Popular Posts
Mengenai Saya
Blogger templates
Menulis Untuk Peradaban
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Text Widget
About me
Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional
Blog Archive
Categories
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Labels
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Pages
Flickr Images
BTemplates.com
Feedjit
Kamis, 27 Oktober 2016
Resume Diskusi
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
Tanggal : 25 Oktober 2016
Waktu : Pkl. 19.30 s.d 20.45 WIB
Fasilitator : Ibu Dzikra Ihdaiyatul 'Ulya (Ibu Chika), Ibu Maria Ulfah (Ibu Ulfah) Ibu Rizki Fajriyani Jurnaliska (Ibu Rizqie)
Ketua Kelas : Ibu Linda
Koordinator minggu I : Ibu Nurrita Dewi
Sekretaris : Ibu Eneng Inayatin
(Absensi dihadiri 44 peserta)
1. Ibu Ida Widianingsih - Majalengka
Assalamualaikum wr wb..Luarr biasa pembahasan Materi hari ini..Menjadi seorang Ibu profesional dan Bunda Hebat buka perkara mUdah..karena tidak ada sekolah nya..Apalagi jurusan..tp seorang Bunda mau tidak mau dituntut harus bisa menjadi Ibu Profesian..Bunda hebat..karena Anak adalah amanah yg luar biasa tanggung jawab kita dunia akhirat..bund adalah sekolah pertama bagi anak kita..permasalahan nya..Bagaimana kita bisa menjadi Ibu profesional ini ditengah teknologi yg makin hari makin canggih..dunia On line..sdh bisa diakses oleh anak2..dirumah bisa kita Kontrol tp diluar sana?? sedangkan anak2 skrg cara kontrol salah sedikit aja akan berontak...jazakillah atas perhatian dan jawaban nya..Wasallam
Jawab :
1. Ibu widianigsih , betul bahwa sekarang teknologi informasi sudah begitu canggih dan bisa diakses dengan sangat mudah. Untuk anak-anak kita juga tidak mungkin bisa memantau mereka 24 jam. Maka saya sarankan untuk ibu;
- Aktifkan fitrah iman di dada ananda. Misal sambil ngobrol santai ibu sampaikan tentang malaikat yang selalu membersamai dan mencatat amal-amal kita dan malaikat maut yang siap mencabut nyawa kita kapan saja dst.
- Aktifkan fitrah akalnya. Mengapa ini boleh dan tidak boleh, apa manfaatnya buat ia, apa bahayanya buat ia dst. Ajak ia berpikir dan ia yang mengambil keputusan.
- jalin komunikasi yang positif dengan ananda. Miliki quality time bersama ananda. Sesekali jalan bersama hanya berdua. Waktu spesial khusus bersamanya.
- ikuti perkembangan zaman. Belajar untuk tidak gaptek. Kuasai teknologi informasi agar jarak antara ibu dan ananda tidak terlalu jauh. Sehingga ananda masih merasa 'nyambung' jika ngobrol dengan ibu.
- yang terakhir minta sebaik-baik penjagaan kepada Yang Maha Menjaga. Tugas kita melakukan ikhtiar terbaik, adapun tentang hasil kita tawakkal.
2. Ibu Rizka IIP Sukabumi
Bagaimana caranya menyelesaikan hambatan2 utk mnjdi ibu profesional ketika dkungan dri suami msh blm maksimal? Contoh kcil ttg kbijakkan mnggunakan gadget, saya sdh berupaya mksimal utk tdk mnggunakan di saat yg tdk prlu,tpi suami blm bisa.. Dan itu mengurangi kualitas kebersamaan kita bersama anak2..
Jawab :
Ibu Rizka yang baik, berusahalah untuk tetap mengatur jadwal gadget seperti yang sudah ibu lakukan meski suami nampak belum bisa melakukannya. Jika ibu Istiqomah insya Allah tidak ada yang sia-sia. Ibu yang melakukan hal yang terbaik utk keluarga meski dukungan dari suami dirasa masih minim hasilnya insya Allah tetap baik. Hasil positif dari apa-apa yang sudah ibu lakukan semoga bisa menginspirasi suami untuk ikut berperan dalam kebaikan-kebaikan selanjutnya.
Kalau ayah dan ibu berbeda seperti ini, apa anak tidak merasa bingung?perlukah kita terus2an mengingatkan suami atau berkomunikasi terlebih dahulu sebelum menerapkan sesuatu?
Jawab :
- Tergantung konteks perbedaan dalam hal apa.d Namun secara garis besar jika perbedaan hanya karena perbedaan pola pikir atau situasi yang terpaksa suami istri tampak berbeda maka tetap obrolkan tanpa berdebat di depan anak2. Dengan begitu anak2 pun melihat bagaimana suatu perbedaan di rumahnya bisa saling tetap dihargai. Dan poin penting bagi saya adalah bagaimana pasangan kita tidak jatuh kredibilitasnya di depan anak-anak.
- Sangat perlu... nanti di MIP ini juga akan dibahas bagaimana mengsinergikan kekuatan/potensi dari masing2 anggota keluarga.
Jika suami mau diajak untuk berubah dan bekerja sama, itu anugerah besar buat kita. Tapi jika belum mau... maka sudah jadi kewajiban.bagi seorang ibu untuk Act Now!
Karena Ibu memegang peran, agent of change...
- Setuju mba ridzky... dan kalo boleh menambahkan, bila belum siap mengkomunikasikan perbedaan ini di depan anak tanpa emosi, lebih baik jangan. Nanti saja dibicarakan setelah anak2 tidur. Supaya anak2 merasa, ibu dan ayah tidak mengumbar emosi...
( Ibu Sri Prihatiningsih)
3. Ibu Nurrita - Serang
Terkait dengan manajemen waktu
Gimana caranya bisa mengatur waktu agar semua berjalan seimbang antara, keluarga (anak dan suami), usaha dan juga hobi?
Saya sekarang merasa sangat keteteran dalam mengelola waktu, jadi suka merasa capek sendiri, ngurus rumah ia, bantu suami usaha juga ia, ngurus anak juga ia walau saya ngerasa belum maksimal. Jadi kasihan kalau ngelihat anak harus ikut ke toko. Ruang mainnya seperti terbatas, dan saya juga gak bisa maksimal nemenin anak mainnya. Padahal saya sudah bikin program ingin mengenalkan anak bermain di alam
Terus waktu untuk menulis (hobi saya) jadi ngggak ada.
Jawab :
Ibu Nurrita, sebetulnya pada program matrikulasi ini ada materi khusus tentang tema manajemen waktu. Tapi akan saya bahas sekilas sekarang, dalam bukunya seven habits of highly effective people, Steven Covey membagi manajemen waktu pada empat kuadran. Penting - mendesak, penting - tidak mendesak, tidak penting - mendesak, tidak penting - tidak mendesak. Klasifikasikan aktivitas ibu pada empat kuadran ini. Mana yang paling penting dan harus diprioritaskan. Mana yang sebaliknya. Ini bermanfaat agar ibu tidak terjebak pada situasi dan kondisi stres.
Selain itu jalin kerja sama dengan pasangan. Kapan waktu kita untuk keluarga dan kapan waktu kita untuk pengembangan diri sendiri. Buat kandang waktunya.
4. Ibu Nurry - Cilegon
A. Apakah menjadi ibu profesional itu hasil akhir atau proses? Karena sepertinya kompleks sekali, sangat banyak hal yang perlu dipelajari
Jawab :
Menjadi ibu profesional itu proses bu, nanti hasil akhirnya adl akhir hidup yg husnul khotimah
Yg perlu dipelajari dari tahapan ibu profesional ini bagi yg sudah menikah utamanya adalah ilmu di bunda sayang & bunda cekatan. Bunda sayang membahas tentang ilmu2 dasar mendidik anak, bunda cekatan membahas ilmu2 dasar memanajemeni rumah tangga. Selesaikanlah dulu didalam rumah, baru produktif melangkah keluar rumah. Bagi yg belum menikah, kuasai dulu ilmu dibunda cekatan stelah menikah baru menguasai ilmu di bunda sayang.✅
B. Bagaimana bila seseorang malah merasa tidak menjadi dirinya sendiri dalam menjalani perannya sbg seorang ibu? Tetapi tetap berusaha keras menjadi ibu yang baik
Jawab :
Luruskanlah niat dulu bu, bahwa tugas mulia anda ini adl amanah dari Allah & menjadi lahan ibadah yg mulia.
Stelah itu lakukanlah tugas anda dgn penuh syukur & bersemangatlah utk terus belajar.
Aturlah waktu agar anda punya Me Time, bisa dlm bentuk penyaluran hobby, mendengarkan musik, dll. Tujuannya agar anda tetap Waras & happy dlm menjalani kehidupan anda sbg ibu rumah tangga.
5. Ibu Ririn - Serang
Dari video yg disampaikan bu Septi mengenai konsentrasi anak yg hanya 1 menit dikali umurnya, bagaimana jika kita 'memaksa' mereka utk betkonstrasi mellebihi dr kemampuannya tsb, sprt dlm belajar di sekolah yg memang waktunya cukup panjang. Kemudian, bgaimana mensiasati agar anak mampu berkonsentrasi dgn optimal (dlm belajar khususnya)
Jawab :
Jika kondisi "memaksa" kita utk meminta anak berkonsentrasi melebihi rentang usianya maka sperti kata bu septi, siasatilah dengan metode belajar yg "kaya" pelajari macam2 ice breaking, buat macam2 sentra belajar didalam kelas yg memungkinkan anak2 bisa mengksplore materi pembelajaran dgn berbagai macam perspektif, buatlah penyampaian materi dgn menggabungkan bentuk visual yg berwarna warni, audio video & praktek agar anak2 tidak cepat jenuh n bosan serta bisa mencakup semua jenis gaya belajar anak.
6. Sri Prihatiningsih - Majalengka
Dari paparan ibu Septi tadi, anak kita sejak lahir sudah membawa 4 hal.
A. Berapa lama 4 hal ini bertahan dalam diri anak? Selamanya, atau hanya sampai baligh atau umur brp?
Jawab :
Hal ini sbenarnya bisa bertahan sampai dewasa jika lingkungan terdekat yaitu keluarga mendukung & menstimulus ke 4 fitrah ini dgn baik.
B. Bagaimana cara menilai bahwa 4 hal ini masih tetap ada dan tidak berkurang atau bahkan menghilang?
Jawab :
Cara menilai ke 4 fitrah ini masih ada pada anak2 kita adalah sgn mengamati sejauh mana keasyikan mereka dalam belajar, percaya diri mencari pengalaman baru, tidak takut mengeksplore pengetahuan, punya adab & akhlak yg baik utamanya dlm bersosialisasi dgn keluarga dan orang lain.
C. Bagaimana caranya utk makin meningkatkan ke 4 hal ini agar menunjang perkembangan anak2 kita?
Jawab :
Dengan terus menerua menstimulus anak belajar sesuai perkembangan usianya, ajarkan adab n akhlak dirumah sebelum mengajaknya bersosialisasi n belajar keluar rumah, ajak utk belajar kpd ahlinya dalam Tour the Talent, magangkan kpd keluarga2 yg sholeh, sukses & bahagia agar mampu mengambil nilai kehidupan yg baik dari mereka, bimbing n peekenalkan kpd pengetahuan2 yg sesuai dgn minat & bakat mereka, buat jurnal perkembangan belajar mereka.
7. Ibu Anis - Garut
Stimulus apa yg bs meningkatkan konsentrasi anak? Apakah bs signifikan? Terkait byk orangtua yang khawatir dan berharap anak (khususnya yg sudah sekolah) agar mampu berkonsentrasi saat pembelajaran di sekolah
Jawab :
Menstimulus kecerdasan anak2 sudah sy jawab diatas ya. Pelajari gaya belajar anak, termasuk tipe gaya belajar yg bagaimana, visual, auditory, kinestetik atau kombinasinya. Dampingi anak belajar sesuai gaya belajarnya. Pembahasan gaya belajar ini ada di buku bunda sayang. Perlu bahasan khusus. Jika ortu sdh mengenali gaya belajar anak maka akan mudah mendampingi dia belajar & memberikan stimulus yg tepat shg anak mampu belajar dgn baik & berprestasi.
8. Ibu Sofi - Garut
Jika disebut tahapan, berarti 4 tahapan menjadi ibu profesional hrs mulai dr tahapan awal (yaitu bunda sayang). Bagaimana kalau kita misalnya sudah terlanjur mask pada kategori bunda produktif, tp tahapan kategori bunda sayang dan cekatannya dirasa belum terlalu kuat? Apakah kita hrs mundur dulu atau berjalan beriringan utk mencapai 3 tahapan sekaligus?
Jawab :
Maka harus dilakukan percepatan untuk meningkatkan skill Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Namun rumus dr Ibu Septi... Jika masih di ranah domestik, maka segera kuasai Bunda Sayang dst secara bertahap.
Jika sudah di ranah publik, maka segera kuasai bunda cekatan, lalu secara konsisten belajar mengaplikasikan bunda sayang. Banyak bunda yg berkecimpung di ranah publik, namun harus selalu on track: “Bersungguh-sungguhlah di dalam, maka kesungguhan itu akan keluar dengan sendirinya.”
Apa gunanya kita sukses di ranah publik, namun ranah domestik kita berantakan?
First thing first…
9. Ibu Eulis Fatma - Garut
Tertarik ingin menjadi ibu produktif
Tapi memang tuntutan nya harus keluar rumah,, menambah wawasan dan jam terbang. Tapi anak masih pada kecil2 yg tak bisa dititipkan,,, jauh dari saudara..
Suami kerja seringnya di luar kota, seminggu sekali itupun masih disibukan dg yang konsultasi via hp, medsos dalam,jadi autis. Bagaimana menyiasatinya untuk menambah praktek jam terbang, tanpa merugikan waktu anak anak?
Jawab :
Mari belajar dari Ibu Septi:
“ Saya menikah tahun 95 , anak 1 lahir 96, anak kedua 97, anak ke 3 , 2003.
Th 1995-2003 fokus di bunda sayang dan cekatan. Kemudian th 2003-2006 baru mempelajari bunda produktif. Saat itu pak dodik berprinsip istrinya boleh mengerjakan ranah produktif ini kemanapun, dg catatan anak-anak tetap di samping ibunya selama usianya masih di bawah 12 th.
Maka muncullah berbagai strategi, salah satunya saya harus produktif di dunia anak-anak, agar anak-anak bisa terlibat.
2006-2011 sistem terbangun, 2011-2016 kembali full di rumah dan memasuki ranah bunda shaleha, membangun jaringan kebermanfaatan umat.”
Anak < 12 tahun, maka prioritasnya adalah mendampingi anak. Syukur-syukur Jika passion kita bisa dikejar dengan melibatkan anak. Jika tidak, atur waktu sedemikian rupa, agar bisa mencicil target 10.000 jam terbang.
10. Ibu Siti Mutoharoh - Serang
Bu begini, bagaimana cara menumbuhkan rasa keingintahuan anak agar terus bertumbuh dan cara mengkomunikasikan kepada anak agar anak menjadi pribadi yang terbuka saat dewasa nanti?
Jawab :
Untuk anak usia 0-5 tahun, harus banyak dibacakan buku cerita. Ajukan banyak pertanyaan, dan jawab semua pertanyaan dari anak dengan logis.
Untuk anak usia >6 Harus selalu diajak berpikir kritis dan skeptis.. What - When -Where- Who - Why - How - How if - Why not
11. Ibu Azizah - Anyer
A. Suatu keluarga dikatakan keluarga yg unggul itu kriterianya apa saja?
Jawab :
Jangan pernah membandingkan keluarga kita dengan keluarga lainnya. Bandingkanlah kondisi keluarga kita saat ini dengan sebelumnya. Indikator kesuksesan tiap orang, bahkan tiap keluarga berbeda-beda. Tanamkan bahwa setiap keluarga itu unik, punya misinya masing-masing. Mengoptimalkan peran. Itulah yang harus kita usahakan.
B. Bagaimana caranya kita bisa menemukan minat & bakat kita? Karena sejujurnya sy merasa blm menemukan minat & bakat saya yg sebenarnya itu apa?
Jawab :
Nanti akan kita pelajari sama-sama, sabar dan terus semangat untuk mengikuti seluruh materi matrikulasi ini yaa..
12. Ibu Sofi - Garut
Sy kn termsk yg LDR, suami tugs d luar kota, dan pulng 2 minggu sekali atau lebih. Nah, sy sering kali manajemn waktu ktika suami ada dan tidak ada jd berbeda.
Ketika suami tdk ada, biasany mnajemn waktuny ckup berjln baik. Tetapi ktika ada suami, kdg kla mlh keteteran, krena biasanya bnyak kegtan d luar rumh, utk refreshing. Bgmn y kira2 utk mensiasatinya?
Jawab :
Harus punya On Track Value...
Manajemen waktu itu bukan sekedar jadwal kegiatan, tapi juga mengurutkan dan memilah kegiatan sesuai priority check list..
Jadi ketika ada kegiatan yg off track.. maka jangan dilakukan.
Priority check list ini juga harus didiskusikan bersama seluruh anggota keluarga, agar kegiatannya seimbang..
- Saat refreshing bisa diisi dengan kegiatan yg sejalan dgn kegiatan rumah. Misal penanaman tauhid bisa sambil saat jalan-jalan..ekspolarasi intellectual curiosity dst. Yg lbh terlihat tentu saja menanamkan kedekatan. Jadi gunakan sebaik-baiknya kesempatan.
- Kalo menurut sy, kepulangan suami n refreshing jadikan prioritas utama keluarga krn kepulangannnya 2 minggu skali, jadikan waktu dgn suami sbg waktu ug berharga utk kita n anak2. Tidak apa2 jika baru bisa mengerjakan pekerjaan rumah stelah pergi jalan2 dgn suami n anak2.
Nggak pa2 anak belajar stelah pulang dari refreshing bersama ayahnya. Karena waktu kebersamaan bersama ayahnya lebih penting dari bagi pertumbuhan jiwa mereka. Ingat waktu tidak bisa diputar mundur. Nanti saat mereka mandiri dan dewasa, kenanganlah yg jadi memori yg paling berharga bagi kita orang tuanya terutama bagi ayahnya yg jarang dirumah.
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
Tanggal : 25 Oktober 2016
Waktu : Pkl. 19.30 s.d 20.45 WIB
Fasilitator : Ibu Dzikra Ihdaiyatul 'Ulya (Ibu Chika), Ibu Maria Ulfah (Ibu Ulfah) Ibu Rizki Fajriyani Jurnaliska (Ibu Rizqie)
Ketua Kelas : Ibu Linda
Koordinator minggu I : Ibu Nurrita Dewi
Sekretaris : Ibu Eneng Inayatin
(Absensi dihadiri 44 peserta)
1. Ibu Ida Widianingsih - Majalengka
Assalamualaikum wr wb..Luarr biasa pembahasan Materi hari ini..Menjadi seorang Ibu profesional dan Bunda Hebat buka perkara mUdah..karena tidak ada sekolah nya..Apalagi jurusan..tp seorang Bunda mau tidak mau dituntut harus bisa menjadi Ibu Profesian..Bunda hebat..karena Anak adalah amanah yg luar biasa tanggung jawab kita dunia akhirat..bund adalah sekolah pertama bagi anak kita..permasalahan nya..Bagaimana kita bisa menjadi Ibu profesional ini ditengah teknologi yg makin hari makin canggih..dunia On line..sdh bisa diakses oleh anak2..dirumah bisa kita Kontrol tp diluar sana?? sedangkan anak2 skrg cara kontrol salah sedikit aja akan berontak...jazakillah atas perhatian dan jawaban nya..Wasallam
Jawab :
1. Ibu widianigsih , betul bahwa sekarang teknologi informasi sudah begitu canggih dan bisa diakses dengan sangat mudah. Untuk anak-anak kita juga tidak mungkin bisa memantau mereka 24 jam. Maka saya sarankan untuk ibu;
- Aktifkan fitrah iman di dada ananda. Misal sambil ngobrol santai ibu sampaikan tentang malaikat yang selalu membersamai dan mencatat amal-amal kita dan malaikat maut yang siap mencabut nyawa kita kapan saja dst.
- Aktifkan fitrah akalnya. Mengapa ini boleh dan tidak boleh, apa manfaatnya buat ia, apa bahayanya buat ia dst. Ajak ia berpikir dan ia yang mengambil keputusan.
- jalin komunikasi yang positif dengan ananda. Miliki quality time bersama ananda. Sesekali jalan bersama hanya berdua. Waktu spesial khusus bersamanya.
- ikuti perkembangan zaman. Belajar untuk tidak gaptek. Kuasai teknologi informasi agar jarak antara ibu dan ananda tidak terlalu jauh. Sehingga ananda masih merasa 'nyambung' jika ngobrol dengan ibu.
- yang terakhir minta sebaik-baik penjagaan kepada Yang Maha Menjaga. Tugas kita melakukan ikhtiar terbaik, adapun tentang hasil kita tawakkal.
2. Ibu Rizka IIP Sukabumi
Bagaimana caranya menyelesaikan hambatan2 utk mnjdi ibu profesional ketika dkungan dri suami msh blm maksimal? Contoh kcil ttg kbijakkan mnggunakan gadget, saya sdh berupaya mksimal utk tdk mnggunakan di saat yg tdk prlu,tpi suami blm bisa.. Dan itu mengurangi kualitas kebersamaan kita bersama anak2..
Jawab :
Ibu Rizka yang baik, berusahalah untuk tetap mengatur jadwal gadget seperti yang sudah ibu lakukan meski suami nampak belum bisa melakukannya. Jika ibu Istiqomah insya Allah tidak ada yang sia-sia. Ibu yang melakukan hal yang terbaik utk keluarga meski dukungan dari suami dirasa masih minim hasilnya insya Allah tetap baik. Hasil positif dari apa-apa yang sudah ibu lakukan semoga bisa menginspirasi suami untuk ikut berperan dalam kebaikan-kebaikan selanjutnya.
Kalau ayah dan ibu berbeda seperti ini, apa anak tidak merasa bingung?perlukah kita terus2an mengingatkan suami atau berkomunikasi terlebih dahulu sebelum menerapkan sesuatu?
Jawab :
- Tergantung konteks perbedaan dalam hal apa.d Namun secara garis besar jika perbedaan hanya karena perbedaan pola pikir atau situasi yang terpaksa suami istri tampak berbeda maka tetap obrolkan tanpa berdebat di depan anak2. Dengan begitu anak2 pun melihat bagaimana suatu perbedaan di rumahnya bisa saling tetap dihargai. Dan poin penting bagi saya adalah bagaimana pasangan kita tidak jatuh kredibilitasnya di depan anak-anak.
- Sangat perlu... nanti di MIP ini juga akan dibahas bagaimana mengsinergikan kekuatan/potensi dari masing2 anggota keluarga.
Jika suami mau diajak untuk berubah dan bekerja sama, itu anugerah besar buat kita. Tapi jika belum mau... maka sudah jadi kewajiban.bagi seorang ibu untuk Act Now!
Karena Ibu memegang peran, agent of change...
- Setuju mba ridzky... dan kalo boleh menambahkan, bila belum siap mengkomunikasikan perbedaan ini di depan anak tanpa emosi, lebih baik jangan. Nanti saja dibicarakan setelah anak2 tidur. Supaya anak2 merasa, ibu dan ayah tidak mengumbar emosi...
( Ibu Sri Prihatiningsih)
3. Ibu Nurrita - Serang
Terkait dengan manajemen waktu
Gimana caranya bisa mengatur waktu agar semua berjalan seimbang antara, keluarga (anak dan suami), usaha dan juga hobi?
Saya sekarang merasa sangat keteteran dalam mengelola waktu, jadi suka merasa capek sendiri, ngurus rumah ia, bantu suami usaha juga ia, ngurus anak juga ia walau saya ngerasa belum maksimal. Jadi kasihan kalau ngelihat anak harus ikut ke toko. Ruang mainnya seperti terbatas, dan saya juga gak bisa maksimal nemenin anak mainnya. Padahal saya sudah bikin program ingin mengenalkan anak bermain di alam
Terus waktu untuk menulis (hobi saya) jadi ngggak ada.
Jawab :
Ibu Nurrita, sebetulnya pada program matrikulasi ini ada materi khusus tentang tema manajemen waktu. Tapi akan saya bahas sekilas sekarang, dalam bukunya seven habits of highly effective people, Steven Covey membagi manajemen waktu pada empat kuadran. Penting - mendesak, penting - tidak mendesak, tidak penting - mendesak, tidak penting - tidak mendesak. Klasifikasikan aktivitas ibu pada empat kuadran ini. Mana yang paling penting dan harus diprioritaskan. Mana yang sebaliknya. Ini bermanfaat agar ibu tidak terjebak pada situasi dan kondisi stres.
Selain itu jalin kerja sama dengan pasangan. Kapan waktu kita untuk keluarga dan kapan waktu kita untuk pengembangan diri sendiri. Buat kandang waktunya.
4. Ibu Nurry - Cilegon
A. Apakah menjadi ibu profesional itu hasil akhir atau proses? Karena sepertinya kompleks sekali, sangat banyak hal yang perlu dipelajari
Jawab :
Menjadi ibu profesional itu proses bu, nanti hasil akhirnya adl akhir hidup yg husnul khotimah
Yg perlu dipelajari dari tahapan ibu profesional ini bagi yg sudah menikah utamanya adalah ilmu di bunda sayang & bunda cekatan. Bunda sayang membahas tentang ilmu2 dasar mendidik anak, bunda cekatan membahas ilmu2 dasar memanajemeni rumah tangga. Selesaikanlah dulu didalam rumah, baru produktif melangkah keluar rumah. Bagi yg belum menikah, kuasai dulu ilmu dibunda cekatan stelah menikah baru menguasai ilmu di bunda sayang.✅
B. Bagaimana bila seseorang malah merasa tidak menjadi dirinya sendiri dalam menjalani perannya sbg seorang ibu? Tetapi tetap berusaha keras menjadi ibu yang baik
Jawab :
Luruskanlah niat dulu bu, bahwa tugas mulia anda ini adl amanah dari Allah & menjadi lahan ibadah yg mulia.
Stelah itu lakukanlah tugas anda dgn penuh syukur & bersemangatlah utk terus belajar.
Aturlah waktu agar anda punya Me Time, bisa dlm bentuk penyaluran hobby, mendengarkan musik, dll. Tujuannya agar anda tetap Waras & happy dlm menjalani kehidupan anda sbg ibu rumah tangga.
5. Ibu Ririn - Serang
Dari video yg disampaikan bu Septi mengenai konsentrasi anak yg hanya 1 menit dikali umurnya, bagaimana jika kita 'memaksa' mereka utk betkonstrasi mellebihi dr kemampuannya tsb, sprt dlm belajar di sekolah yg memang waktunya cukup panjang. Kemudian, bgaimana mensiasati agar anak mampu berkonsentrasi dgn optimal (dlm belajar khususnya)
Jawab :
Jika kondisi "memaksa" kita utk meminta anak berkonsentrasi melebihi rentang usianya maka sperti kata bu septi, siasatilah dengan metode belajar yg "kaya" pelajari macam2 ice breaking, buat macam2 sentra belajar didalam kelas yg memungkinkan anak2 bisa mengksplore materi pembelajaran dgn berbagai macam perspektif, buatlah penyampaian materi dgn menggabungkan bentuk visual yg berwarna warni, audio video & praktek agar anak2 tidak cepat jenuh n bosan serta bisa mencakup semua jenis gaya belajar anak.
6. Sri Prihatiningsih - Majalengka
Dari paparan ibu Septi tadi, anak kita sejak lahir sudah membawa 4 hal.
A. Berapa lama 4 hal ini bertahan dalam diri anak? Selamanya, atau hanya sampai baligh atau umur brp?
Jawab :
Hal ini sbenarnya bisa bertahan sampai dewasa jika lingkungan terdekat yaitu keluarga mendukung & menstimulus ke 4 fitrah ini dgn baik.
B. Bagaimana cara menilai bahwa 4 hal ini masih tetap ada dan tidak berkurang atau bahkan menghilang?
Jawab :
Cara menilai ke 4 fitrah ini masih ada pada anak2 kita adalah sgn mengamati sejauh mana keasyikan mereka dalam belajar, percaya diri mencari pengalaman baru, tidak takut mengeksplore pengetahuan, punya adab & akhlak yg baik utamanya dlm bersosialisasi dgn keluarga dan orang lain.
C. Bagaimana caranya utk makin meningkatkan ke 4 hal ini agar menunjang perkembangan anak2 kita?
Jawab :
Dengan terus menerua menstimulus anak belajar sesuai perkembangan usianya, ajarkan adab n akhlak dirumah sebelum mengajaknya bersosialisasi n belajar keluar rumah, ajak utk belajar kpd ahlinya dalam Tour the Talent, magangkan kpd keluarga2 yg sholeh, sukses & bahagia agar mampu mengambil nilai kehidupan yg baik dari mereka, bimbing n peekenalkan kpd pengetahuan2 yg sesuai dgn minat & bakat mereka, buat jurnal perkembangan belajar mereka.
7. Ibu Anis - Garut
Stimulus apa yg bs meningkatkan konsentrasi anak? Apakah bs signifikan? Terkait byk orangtua yang khawatir dan berharap anak (khususnya yg sudah sekolah) agar mampu berkonsentrasi saat pembelajaran di sekolah
Jawab :
Menstimulus kecerdasan anak2 sudah sy jawab diatas ya. Pelajari gaya belajar anak, termasuk tipe gaya belajar yg bagaimana, visual, auditory, kinestetik atau kombinasinya. Dampingi anak belajar sesuai gaya belajarnya. Pembahasan gaya belajar ini ada di buku bunda sayang. Perlu bahasan khusus. Jika ortu sdh mengenali gaya belajar anak maka akan mudah mendampingi dia belajar & memberikan stimulus yg tepat shg anak mampu belajar dgn baik & berprestasi.
8. Ibu Sofi - Garut
Jika disebut tahapan, berarti 4 tahapan menjadi ibu profesional hrs mulai dr tahapan awal (yaitu bunda sayang). Bagaimana kalau kita misalnya sudah terlanjur mask pada kategori bunda produktif, tp tahapan kategori bunda sayang dan cekatannya dirasa belum terlalu kuat? Apakah kita hrs mundur dulu atau berjalan beriringan utk mencapai 3 tahapan sekaligus?
Jawab :
Maka harus dilakukan percepatan untuk meningkatkan skill Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Namun rumus dr Ibu Septi... Jika masih di ranah domestik, maka segera kuasai Bunda Sayang dst secara bertahap.
Jika sudah di ranah publik, maka segera kuasai bunda cekatan, lalu secara konsisten belajar mengaplikasikan bunda sayang. Banyak bunda yg berkecimpung di ranah publik, namun harus selalu on track: “Bersungguh-sungguhlah di dalam, maka kesungguhan itu akan keluar dengan sendirinya.”
Apa gunanya kita sukses di ranah publik, namun ranah domestik kita berantakan?
First thing first…
9. Ibu Eulis Fatma - Garut
Tertarik ingin menjadi ibu produktif
Tapi memang tuntutan nya harus keluar rumah,, menambah wawasan dan jam terbang. Tapi anak masih pada kecil2 yg tak bisa dititipkan,,, jauh dari saudara..
Suami kerja seringnya di luar kota, seminggu sekali itupun masih disibukan dg yang konsultasi via hp, medsos dalam,jadi autis. Bagaimana menyiasatinya untuk menambah praktek jam terbang, tanpa merugikan waktu anak anak?
Jawab :
Mari belajar dari Ibu Septi:
“ Saya menikah tahun 95 , anak 1 lahir 96, anak kedua 97, anak ke 3 , 2003.
Th 1995-2003 fokus di bunda sayang dan cekatan. Kemudian th 2003-2006 baru mempelajari bunda produktif. Saat itu pak dodik berprinsip istrinya boleh mengerjakan ranah produktif ini kemanapun, dg catatan anak-anak tetap di samping ibunya selama usianya masih di bawah 12 th.
Maka muncullah berbagai strategi, salah satunya saya harus produktif di dunia anak-anak, agar anak-anak bisa terlibat.
2006-2011 sistem terbangun, 2011-2016 kembali full di rumah dan memasuki ranah bunda shaleha, membangun jaringan kebermanfaatan umat.”
Anak < 12 tahun, maka prioritasnya adalah mendampingi anak. Syukur-syukur Jika passion kita bisa dikejar dengan melibatkan anak. Jika tidak, atur waktu sedemikian rupa, agar bisa mencicil target 10.000 jam terbang.
10. Ibu Siti Mutoharoh - Serang
Bu begini, bagaimana cara menumbuhkan rasa keingintahuan anak agar terus bertumbuh dan cara mengkomunikasikan kepada anak agar anak menjadi pribadi yang terbuka saat dewasa nanti?
Jawab :
Untuk anak usia 0-5 tahun, harus banyak dibacakan buku cerita. Ajukan banyak pertanyaan, dan jawab semua pertanyaan dari anak dengan logis.
Untuk anak usia >6 Harus selalu diajak berpikir kritis dan skeptis.. What - When -Where- Who - Why - How - How if - Why not
11. Ibu Azizah - Anyer
A. Suatu keluarga dikatakan keluarga yg unggul itu kriterianya apa saja?
Jawab :
Jangan pernah membandingkan keluarga kita dengan keluarga lainnya. Bandingkanlah kondisi keluarga kita saat ini dengan sebelumnya. Indikator kesuksesan tiap orang, bahkan tiap keluarga berbeda-beda. Tanamkan bahwa setiap keluarga itu unik, punya misinya masing-masing. Mengoptimalkan peran. Itulah yang harus kita usahakan.
B. Bagaimana caranya kita bisa menemukan minat & bakat kita? Karena sejujurnya sy merasa blm menemukan minat & bakat saya yg sebenarnya itu apa?
Jawab :
Nanti akan kita pelajari sama-sama, sabar dan terus semangat untuk mengikuti seluruh materi matrikulasi ini yaa..
12. Ibu Sofi - Garut
Sy kn termsk yg LDR, suami tugs d luar kota, dan pulng 2 minggu sekali atau lebih. Nah, sy sering kali manajemn waktu ktika suami ada dan tidak ada jd berbeda.
Ketika suami tdk ada, biasany mnajemn waktuny ckup berjln baik. Tetapi ktika ada suami, kdg kla mlh keteteran, krena biasanya bnyak kegtan d luar rumh, utk refreshing. Bgmn y kira2 utk mensiasatinya?
Jawab :
Harus punya On Track Value...
Manajemen waktu itu bukan sekedar jadwal kegiatan, tapi juga mengurutkan dan memilah kegiatan sesuai priority check list..
Jadi ketika ada kegiatan yg off track.. maka jangan dilakukan.
Priority check list ini juga harus didiskusikan bersama seluruh anggota keluarga, agar kegiatannya seimbang..
- Saat refreshing bisa diisi dengan kegiatan yg sejalan dgn kegiatan rumah. Misal penanaman tauhid bisa sambil saat jalan-jalan..ekspolarasi intellectual curiosity dst. Yg lbh terlihat tentu saja menanamkan kedekatan. Jadi gunakan sebaik-baiknya kesempatan.
- Kalo menurut sy, kepulangan suami n refreshing jadikan prioritas utama keluarga krn kepulangannnya 2 minggu skali, jadikan waktu dgn suami sbg waktu ug berharga utk kita n anak2. Tidak apa2 jika baru bisa mengerjakan pekerjaan rumah stelah pergi jalan2 dgn suami n anak2.
Nggak pa2 anak belajar stelah pulang dari refreshing bersama ayahnya. Karena waktu kebersamaan bersama ayahnya lebih penting dari bagi pertumbuhan jiwa mereka. Ingat waktu tidak bisa diputar mundur. Nanti saat mereka mandiri dan dewasa, kenanganlah yg jadi memori yg paling berharga bagi kita orang tuanya terutama bagi ayahnya yg jarang dirumah.
MATERI KULIAH PERDANA
ADAB MENUNTUT ILMU
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
ADAB MENUNTUT ILMU
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah
perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu
menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,
sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa
orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu
tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang
sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin
mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut
ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri
dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri
dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab
menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,
sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari
Ibunya
ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke
dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu
itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling
awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu
ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,
membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua
runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu
disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar
mudah untuk diamalkan.
ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,
menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau
menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan
memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu
mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang
disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta
ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.
ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk
buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.
ADAB MENUNTUT ILMU
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
ADAB MENUNTUT ILMU
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah
perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu
menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,
sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa
orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu
tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang
sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin
mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut
ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri
dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri
dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab
menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,
sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari
Ibunya
ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke
dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu
itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling
awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu
ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,
membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua
runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu
disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar
mudah untuk diamalkan.
ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,
menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau
menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan
memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu
mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang
disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta
ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.
ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk
buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.
Rabu, 26 Oktober 2016
Bukan doyan sih, tapi lebih kepada kepaksa. Ya, kepaksa. Maklum waktu kuliah nyari yang gratisan..hehe.#Ups
Label:
Ceritaku...
|
2
komentar
Kamis, 25 Agustus 2016
Bunda
Engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Demi anakmu yang tersayang
Bunda
Tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
Doa mu kau sertakan
Label:
Ceritaku...
|
0
komentar
Rabu, 13 April 2016
Tidak terasa ternyata saya sudah mendampingimu selama 1 Tahun 4 Bulan.
sungguh waktu yang tidak singkat.
tapi entah kenapa saya merasa waktu begitu singkat berjalan.
sungguh waktu yang tidak singkat.
tapi entah kenapa saya merasa waktu begitu singkat berjalan.
Label:
Ceritaku...
|
0
komentar
Minggu, 03 Agustus 2014
Hari Jumat, tanggal 11 Juli 2014 adalah hari, tanggal, bulan dan tahun yang sangat bersejarah bagi saya.
Gimana ga bersejarah coba? di hari, tanggal, bulan dan tahun itu saya akan di eksekusi (hehe..kereen ya kayak yang mau dihukum pancung ajah :D )
yup...di tanggal itu tepat saya ujian tesis.
Label:
Ceritaku...
|
0
komentar
Mungkin bagi sebagian orang beranggapan apa yang saya lakukan ini ribet, buang-buang waktu...tapi bagi saya yg menjalaninya ini menyenangkan.
Saya sering membiasakan mencatat, menjurnal,menyortir dan menelaah setiap pengeluaran.
Bagi saya ini merupakan kunci dari financial plan.
Kebiasaan tersebut menjadi bekal bagi saya dalam menghadapi berbagai perubahan dan membuat penyesuaian keuangan.
Dari catatan yg ada, pola konsumsi tidak sehat dan pemborosan bisa diketahui secara lebih akurat dan lebih awal.
Saya sering membiasakan mencatat, menjurnal,menyortir dan menelaah setiap pengeluaran.
Bagi saya ini merupakan kunci dari financial plan.
Kebiasaan tersebut menjadi bekal bagi saya dalam menghadapi berbagai perubahan dan membuat penyesuaian keuangan.
Dari catatan yg ada, pola konsumsi tidak sehat dan pemborosan bisa diketahui secara lebih akurat dan lebih awal.
Label:
Tips ngatur keuangan
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)


