Popular Posts
Mengenai Saya
Blogger templates
Menulis Untuk Peradaban
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Text Widget
About me
Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional
Blog Archive
Categories
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Labels
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Pages
Flickr Images
BTemplates.com
Feedjit
Kamis, 03 November 2016
👨👩👦👦 *MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH*👨👩👧👧
“ _Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya_ ”
Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.
Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ _misi spesifiknya_ ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ _peran spesifik keluarga_” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,
*ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK*
👨👩👧👧 *NIKAH*
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ _misi pernikahan_” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.
👩👧👧 *ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)*
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.
Karena,
*IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD*
_Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak_
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.
Karena
*_Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang_*
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.
Kelak, _anda akan membuktikan bahwa antara *pekerjaan*, *berkarya* dan *mendidik anak*, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan_
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
_SUMBER BACAAN_
_Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013_
_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_
_Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015_
_Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016_
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
🙋
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
Diskusi Matrikulasi Ibu Profesional (MIP) BCCG
Review NHW #1 : ADAB SEBELUM ILMU
Tanggal : 24 Oktober 2016
Waktu : Pkl. 19.30 s.d 20. 34 WIB
Nara Sumber : Tim Fasilitator Matrikulasi IIP
Ketua Kelas : Ibu Linda
Koordinator minggu I : Ibu Nurrita Dewi
Sekretaris : Ibu Eneng Inayatin
Peserta : 24 peserta
1. Bu Athia - Serang
FOMO, apa itu bisa istilah lain dari kepo?
FOMO ( Fear of missing out) disebut penyakit ketinggalan informasi, menurut sy bisa disebut Kepo juga, selalu mencari tahu apa yg paling Update, merasa tidak keren kalo kalo tidak tahu berita yg paling Update.
Kalo ke kepo an itu bisa diarahkan utk mencari ilmu & hikmah akan smakin baik & bermanfaat. Tapi Faktanya, banyak yg Kepo kpd hal2 yg tidak bermanfaat sehingga membawa kemudharatan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Smoga kita terhindar dari yg demikian.
Kepo itu ingin mengetahui sesuatu hanya untuk kepuasan dirinya sendiri saja. Tanpa memedulikan orang yang digali informasinya.
2. Bu Rizka - Sukabumi
Apakah FOMO yg berujung NOMOFOBIA, itu bisa merupakan bagian penyakit psikologis atau tidak?
Menurut saya, Iya bu Rizka. Penyakit Psikologis yg terjadi karena kebiasaan & ketergantungan terhadap Gadget/Smartphone & Media Sosial.
Bagaimana cara menyembuhkannya?
- Mensetting ulang Mental&pikiran, bahwa gadget & media sosial hanyalah salah satu cara sarana mencari informasi & bersosialisasi, bukan sebagai identitas & nilai kehidupan
- Management waktu
Atur jam2 penggunaan gadget utk urusan yg benar2 penting, setelah itu tinggalkan gadget & beraktivitaslah scr normal & bersosialisasi
3. Ibu Nurrita - Serang
Gimana ya caranya biar yakin kalau ilmu yg qt pelajari itu adalah ilmu yang terbaik untuk kita, jadi biar kita benar2 fokus. Soalnya saya tipe orang yang mudah tergoda
Kyknya kalau lihat org pintar jahit saya mau, lihat orang pintar masak kue, saya jadi kepengen, ngeliahat orang bisnisnya maju, saya jadi kepengen nyoba juga. Padahal saya sudah tahu kalau minat saya itu di bidang tulis menulis, karena nggak fokus garap yang saya minati, jadilah semuanya jadi serba setengah dan terbengkalai.
Minta masukannya gimana caranya ngadepin diri yg seperti itu biar hanyafokus pada bidang saya.
Kita baru bisa menentukan ilmu itu terbaik atau bukan setelah kita mencoba mengaplikasikan ilmu tersebut. Tapi.. di MIP ini nanti akan diajarkan, bagaimana menemukan misi spesifik dalam hidup. Termasuk mengidentifikasi ilmu mana saja yang cocok dan urgent untuk kita pelajari. Maka dari itu, selalu optimalkan materi setiap minggunya, agar pemahamannya pun maksimal.
;)
4. Ibu Ellyana - Cianjur
Jika kita tiba" minder lalu konsentrasi langsung buyar & deg"an pada saat belajar bagaimana ya cara mengatasinya? terimakasih
☺
Caranya adalah… “cancel cancel go away”. Sangat wajar jika kita bingung atau merasa belum menguasai suatu ilmu, namanya juga masih belajar. Namun, jangan sampai perasaan negatif itu mengalahkan motivasi untuk belajar. Fokus… nanti kita akan mempelajarinya di sesi learn how to learn.
5. Ibu Desiana Syahrusani - Cilegon
Bagaimana cara menanamkan dan mengaplikasikan kalimat MENARIK,TAPI TIDAK TERTARIK…
Nanti kita juga akan belajar caranya mengelola waktu, mengatur prioritas, hingga menentukan mana yang harus kita ambil dan pelajari. Hingga setiap peserta MIP akan punya indikatornya sendiri. Setelah itu… barulah kita bisa mantap mengaplikasikan “Menarik, Tapi tidak tertarik”.
Apakah setelah diklasifikasikan mengenai ilmu yang ingin dipelajari kami akan dikelompokkan lagi berdasarkan klasifikasinya?
Bukan itu tujuannya, pengklasifikasian hanya untuk mengetahui minat peserta di grup ini. Adapun nanti akan dibahas talent mapping untuk mengetahui kekuatan diri masing-masing. Sehingga ketika sudah lulus bisa saling bersinergi di grup IIP kota masing-masing.
6. Sri Prihatiningsih - Majalengka
Sepertinya saya termasuk yg menganggap semua ilmu penting. Jadi seringkali kurang fokus utk mendalaminya dan sering tergoda utk mengikuti bermacam2 seminar dg berbagai tema dan membaca beragam buku...
Utamanya sih sy pengen ilmu ttg ibu profesional. Tapi selain itu tetap pengen ngedalamin ilmu utk menjadi insan yg bermanfaat dg menjadi penulis yg menginspirasi dan pengusaha yg bisa memberi banyak peluang.
Yang ingin saya tanyakan :
salahkah saya krn ingin mendalami beberapa ilmu seperti itu sekaligus?
Tidak salah… namun kita harus berhitung… untuk menjadi master dalam 1 bidang spesifik, kita harus melewati 10.000 jam terbang. Jika ada 5 bidang, maka kita harus menyediakan waktu 50.000 jam? Sanggupkah?
Bagaimana kiatnya supaya semua ilmu ini bisa saya dalami semua?
Tidak bisa kita mendalami semuanya, apalagi jika baru dimulai. Nanti kita akan memetakan ilmu mana yang cocok dan berada di urutan prioritas tertinggi dalam.hidup kita.
7. Ibu Witgia - Cirebon
Apa yg harus dilakukan jika sudah terjangkit penyakit FOMO?
Banyak2 beristighfar ya, kemudian mengarahkan fokus pikiran & energi utk mencari ilmu & hikmah utk kebaikan & pengembangan diri, daripada sibuk kepo mencari tahu hal2 yg tidak penting & masalah orang lain.
8. Ibu Yuni - Serang
Ketika kita sudah tahu apa yang ingin kita fokuskan untuk pelajari, dan sadar bahwa jurusan saat kuliah dulu "tidak nyambung" dengan passion kita, bagaimana? Terima kasih
Jika sudah tau itu tidak sesuai, maka jangan terus dibiarkan. Secara bertahap, insyaa Allah kita bisa menguasai bidang yang menjadi passion kita dengan cara yang tepat. Jangan mengharapkan perubahan dengan melakukan hal yang sama terus menerus.
Dan yang lebih utama, jangan biarkan anak-anak kita masuk ke bidang yang bukan passion nya..
9. Ibu Annisatul Munawaroh - Garut
Apakah yg membedakan FOMO dg Haus ilmu (cari ilmu). Apa batasannya?
Spt contoh kadang kita sbg MahMud banyak mencari inspirasi lewat dumay, krn keterbatasan gerak untuk mencari komunitas di dunia nyata, jadilah mencari komunitas di dunia maya ini. Contoh ttg sharing parenting, MPASI, bahkan saling curhat
(Yg terkadang mmg byk menyita waktu jg sih
😂)
Batasannya adalah ada tidaknya Kebaikan & Perbaikan bagi diri kita & orang lain dibalik rasa keingintahuan kita. Kalo tidak ada kebaikan, bahkan banyak mudharatnya itu Kepo. Tapi kalo banyak kebaikan & membawa perbaikan bagi diri & orang lain itu berarti haus ilmu.
Sharing MPASI & ilmu parenting di dumay termasuk ilmu yg harus dicari, jadi boleh haus ilmu.
10. Ibu Sofi - Garut
Apa perbedaan istilah beradab dan berkarakter? Dan bgmn penggunaannya yg tepat dlm sebuah konteks kalimat?
Jawab: Perbedaan Beradab dgn berkarakter
-Beradab maknanya, tahu adab, tahu sopan santun, tahu tata krama. Sumber: Kamus Umum Bahasa Indonesia, JS Badudu - Zain.
-Berkarakter maknanya, ciri pribadi yg meliputi prilaku, kebiasaan, kesukaan, nilai2 & pola pemikiran, kadang bisa disamakan dgn watak & sifat. Sumber: Kamus Filsafat, Lorens Bagus.
Contoh kalimat:
- Menurut orang-orang Barat, makan dengan tangan adalah contoh tindakan yg tidak beradab.
- Pola asuh yg otoriter bisa membuat anak tumbuh berkarakter penakut & tidak kreatif.
===================
Additional Questions
===================
1. Ibu Anis
Klo kita sbg mompreneur di dumay. Slh satu lgkhnya kita hrs bangun personal branding. Kadang kita harus LCS status orang2. Nah gmn menyikapi agar tdk jd FOMO?
# kalimat ini menunjukkan gejala nomofobia. Obatnya hanya satu manajemen waktu, tentukan jam kerja sbg mompreneur dan gadget time, setelah itu harus free gadget. ✅
# Bu, kalo skedar mengetahui character seseorang bisa dipercaya atau tidak, track tecord bisnisnya, itu tidak apa2 karena bagian dari bisnis. Tapi kalo sdh masuk ke bagian yg sangat pribadi, misal kondisi rumah tangga seseorang ya itu sudah melanggar garis batas hal2 yg sifatnya mudharat bagi kita.
Saat melihat atau menanggapi status seseorang di dumay, tidak perlu terlalu menyinggung utusan pribadinya, bersikap profesional, to the point mengenalkan produk atau jasa kita.
2. Ibu vina
Jika berbicara soal prioritas dr yang prioritas tentunya kwajiban sbg ibu saat ini adalh yg utama...lantas bagaimana caranya agar kita bs seimbang mnjalankan peran kita sbg ibu juga melakukan apa yg mnjadi passion kita..
Ini juga hampir sama, kuncinya adalah manajemen waktu. Nanti akan mulai dipelajari di materi "Ibu Sebagai Manager Keluarga"... Stay tune.. 🤗
3. Ibu Nurrita
Untuk tallent mapping nanti kita ada workhsopnya atau seperti apa bu sistemnya?
# Nanti akan diwajibkan untuk mengikuti talent mapping test secara online (free), kemudian masing-masing akan belajar menafsirkan hasil test nya. Lalu kita diskusi seperti ini..
# Kalo Talent mapping, kita mengisi instrumen psikologi yg terdiri dari daftar pertanyaan. Kita isi, selanjutnya oleh komputer diolah & keluarlah hasilnya. Tapi biasanya, butuh bantuan dari yg sudah mengerti utk membaca hasil talent mapping tersebut
4. Ibu Mufna
Hampir mirip dgn pertanyaan di atas. Masalah mompreneur. Kbtulan sy ada bisnis yg membawahi reseller. Dlm bisnis sudah pasti dituntut fast respon melayani reseller. Sebenarnya Sudah dibuat ketentuan order, jam kerja dll. Namun masih saja ada yg "melanggar ketentuan". Sudah diberi pengertian, namun menuntut fast respon. Bagaimana menyikapi nya?
Berusahalah untuk menciptakan sistem. Bisnis dikatakan bisnis jika sudah memiliki sistem, dimana bisnis terus berjalan meski kita sedang liburan.
Buatlah SOP yang jelas, agar pelanggan bisa paham. Banyak kok online shop yang tegas sekali, namun pelanggannya terus bertambah. Jadikan ini sebagai tantangan bisnis.
Review NHW #1 : ADAB SEBELUM ILMU
Tanggal : 24 Oktober 2016
Waktu : Pkl. 19.30 s.d 20. 34 WIB
Nara Sumber : Tim Fasilitator Matrikulasi IIP
Ketua Kelas : Ibu Linda
Koordinator minggu I : Ibu Nurrita Dewi
Sekretaris : Ibu Eneng Inayatin
Peserta : 24 peserta
1. Bu Athia - Serang
FOMO, apa itu bisa istilah lain dari kepo?
FOMO ( Fear of missing out) disebut penyakit ketinggalan informasi, menurut sy bisa disebut Kepo juga, selalu mencari tahu apa yg paling Update, merasa tidak keren kalo kalo tidak tahu berita yg paling Update.
Kalo ke kepo an itu bisa diarahkan utk mencari ilmu & hikmah akan smakin baik & bermanfaat. Tapi Faktanya, banyak yg Kepo kpd hal2 yg tidak bermanfaat sehingga membawa kemudharatan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Smoga kita terhindar dari yg demikian.
Kepo itu ingin mengetahui sesuatu hanya untuk kepuasan dirinya sendiri saja. Tanpa memedulikan orang yang digali informasinya.
2. Bu Rizka - Sukabumi
Apakah FOMO yg berujung NOMOFOBIA, itu bisa merupakan bagian penyakit psikologis atau tidak?
Menurut saya, Iya bu Rizka. Penyakit Psikologis yg terjadi karena kebiasaan & ketergantungan terhadap Gadget/Smartphone & Media Sosial.
Bagaimana cara menyembuhkannya?
- Mensetting ulang Mental&pikiran, bahwa gadget & media sosial hanyalah salah satu cara sarana mencari informasi & bersosialisasi, bukan sebagai identitas & nilai kehidupan
- Management waktu
Atur jam2 penggunaan gadget utk urusan yg benar2 penting, setelah itu tinggalkan gadget & beraktivitaslah scr normal & bersosialisasi
3. Ibu Nurrita - Serang
Gimana ya caranya biar yakin kalau ilmu yg qt pelajari itu adalah ilmu yang terbaik untuk kita, jadi biar kita benar2 fokus. Soalnya saya tipe orang yang mudah tergoda
Kyknya kalau lihat org pintar jahit saya mau, lihat orang pintar masak kue, saya jadi kepengen, ngeliahat orang bisnisnya maju, saya jadi kepengen nyoba juga. Padahal saya sudah tahu kalau minat saya itu di bidang tulis menulis, karena nggak fokus garap yang saya minati, jadilah semuanya jadi serba setengah dan terbengkalai.
Minta masukannya gimana caranya ngadepin diri yg seperti itu biar hanyafokus pada bidang saya.
Kita baru bisa menentukan ilmu itu terbaik atau bukan setelah kita mencoba mengaplikasikan ilmu tersebut. Tapi.. di MIP ini nanti akan diajarkan, bagaimana menemukan misi spesifik dalam hidup. Termasuk mengidentifikasi ilmu mana saja yang cocok dan urgent untuk kita pelajari. Maka dari itu, selalu optimalkan materi setiap minggunya, agar pemahamannya pun maksimal.
4. Ibu Ellyana - Cianjur
Jika kita tiba" minder lalu konsentrasi langsung buyar & deg"an pada saat belajar bagaimana ya cara mengatasinya? terimakasih
Caranya adalah… “cancel cancel go away”. Sangat wajar jika kita bingung atau merasa belum menguasai suatu ilmu, namanya juga masih belajar. Namun, jangan sampai perasaan negatif itu mengalahkan motivasi untuk belajar. Fokus… nanti kita akan mempelajarinya di sesi learn how to learn.
5. Ibu Desiana Syahrusani - Cilegon
Bagaimana cara menanamkan dan mengaplikasikan kalimat MENARIK,TAPI TIDAK TERTARIK…
Nanti kita juga akan belajar caranya mengelola waktu, mengatur prioritas, hingga menentukan mana yang harus kita ambil dan pelajari. Hingga setiap peserta MIP akan punya indikatornya sendiri. Setelah itu… barulah kita bisa mantap mengaplikasikan “Menarik, Tapi tidak tertarik”.
Apakah setelah diklasifikasikan mengenai ilmu yang ingin dipelajari kami akan dikelompokkan lagi berdasarkan klasifikasinya?
Bukan itu tujuannya, pengklasifikasian hanya untuk mengetahui minat peserta di grup ini. Adapun nanti akan dibahas talent mapping untuk mengetahui kekuatan diri masing-masing. Sehingga ketika sudah lulus bisa saling bersinergi di grup IIP kota masing-masing.
6. Sri Prihatiningsih - Majalengka
Sepertinya saya termasuk yg menganggap semua ilmu penting. Jadi seringkali kurang fokus utk mendalaminya dan sering tergoda utk mengikuti bermacam2 seminar dg berbagai tema dan membaca beragam buku...
Utamanya sih sy pengen ilmu ttg ibu profesional. Tapi selain itu tetap pengen ngedalamin ilmu utk menjadi insan yg bermanfaat dg menjadi penulis yg menginspirasi dan pengusaha yg bisa memberi banyak peluang.
Yang ingin saya tanyakan :
salahkah saya krn ingin mendalami beberapa ilmu seperti itu sekaligus?
Tidak salah… namun kita harus berhitung… untuk menjadi master dalam 1 bidang spesifik, kita harus melewati 10.000 jam terbang. Jika ada 5 bidang, maka kita harus menyediakan waktu 50.000 jam? Sanggupkah?
Bagaimana kiatnya supaya semua ilmu ini bisa saya dalami semua?
Tidak bisa kita mendalami semuanya, apalagi jika baru dimulai. Nanti kita akan memetakan ilmu mana yang cocok dan berada di urutan prioritas tertinggi dalam.hidup kita.
7. Ibu Witgia - Cirebon
Apa yg harus dilakukan jika sudah terjangkit penyakit FOMO?
Banyak2 beristighfar ya, kemudian mengarahkan fokus pikiran & energi utk mencari ilmu & hikmah utk kebaikan & pengembangan diri, daripada sibuk kepo mencari tahu hal2 yg tidak penting & masalah orang lain.
8. Ibu Yuni - Serang
Ketika kita sudah tahu apa yang ingin kita fokuskan untuk pelajari, dan sadar bahwa jurusan saat kuliah dulu "tidak nyambung" dengan passion kita, bagaimana? Terima kasih
Jika sudah tau itu tidak sesuai, maka jangan terus dibiarkan. Secara bertahap, insyaa Allah kita bisa menguasai bidang yang menjadi passion kita dengan cara yang tepat. Jangan mengharapkan perubahan dengan melakukan hal yang sama terus menerus.
Dan yang lebih utama, jangan biarkan anak-anak kita masuk ke bidang yang bukan passion nya..
9. Ibu Annisatul Munawaroh - Garut
Apakah yg membedakan FOMO dg Haus ilmu (cari ilmu). Apa batasannya?
Spt contoh kadang kita sbg MahMud banyak mencari inspirasi lewat dumay, krn keterbatasan gerak untuk mencari komunitas di dunia nyata, jadilah mencari komunitas di dunia maya ini. Contoh ttg sharing parenting, MPASI, bahkan saling curhat
(Yg terkadang mmg byk menyita waktu jg sih
Batasannya adalah ada tidaknya Kebaikan & Perbaikan bagi diri kita & orang lain dibalik rasa keingintahuan kita. Kalo tidak ada kebaikan, bahkan banyak mudharatnya itu Kepo. Tapi kalo banyak kebaikan & membawa perbaikan bagi diri & orang lain itu berarti haus ilmu.
Sharing MPASI & ilmu parenting di dumay termasuk ilmu yg harus dicari, jadi boleh haus ilmu.
10. Ibu Sofi - Garut
Apa perbedaan istilah beradab dan berkarakter? Dan bgmn penggunaannya yg tepat dlm sebuah konteks kalimat?
Jawab: Perbedaan Beradab dgn berkarakter
-Beradab maknanya, tahu adab, tahu sopan santun, tahu tata krama. Sumber: Kamus Umum Bahasa Indonesia, JS Badudu - Zain.
-Berkarakter maknanya, ciri pribadi yg meliputi prilaku, kebiasaan, kesukaan, nilai2 & pola pemikiran, kadang bisa disamakan dgn watak & sifat. Sumber: Kamus Filsafat, Lorens Bagus.
Contoh kalimat:
- Menurut orang-orang Barat, makan dengan tangan adalah contoh tindakan yg tidak beradab.
- Pola asuh yg otoriter bisa membuat anak tumbuh berkarakter penakut & tidak kreatif.
===================
Additional Questions
===================
1. Ibu Anis
Klo kita sbg mompreneur di dumay. Slh satu lgkhnya kita hrs bangun personal branding. Kadang kita harus LCS status orang2. Nah gmn menyikapi agar tdk jd FOMO?
# kalimat ini menunjukkan gejala nomofobia. Obatnya hanya satu manajemen waktu, tentukan jam kerja sbg mompreneur dan gadget time, setelah itu harus free gadget. ✅
# Bu, kalo skedar mengetahui character seseorang bisa dipercaya atau tidak, track tecord bisnisnya, itu tidak apa2 karena bagian dari bisnis. Tapi kalo sdh masuk ke bagian yg sangat pribadi, misal kondisi rumah tangga seseorang ya itu sudah melanggar garis batas hal2 yg sifatnya mudharat bagi kita.
Saat melihat atau menanggapi status seseorang di dumay, tidak perlu terlalu menyinggung utusan pribadinya, bersikap profesional, to the point mengenalkan produk atau jasa kita.
2. Ibu vina
Jika berbicara soal prioritas dr yang prioritas tentunya kwajiban sbg ibu saat ini adalh yg utama...lantas bagaimana caranya agar kita bs seimbang mnjalankan peran kita sbg ibu juga melakukan apa yg mnjadi passion kita..
Ini juga hampir sama, kuncinya adalah manajemen waktu. Nanti akan mulai dipelajari di materi "Ibu Sebagai Manager Keluarga"... Stay tune.. 🤗
3. Ibu Nurrita
Untuk tallent mapping nanti kita ada workhsopnya atau seperti apa bu sistemnya?
# Nanti akan diwajibkan untuk mengikuti talent mapping test secara online (free), kemudian masing-masing akan belajar menafsirkan hasil test nya. Lalu kita diskusi seperti ini..
# Kalo Talent mapping, kita mengisi instrumen psikologi yg terdiri dari daftar pertanyaan. Kita isi, selanjutnya oleh komputer diolah & keluarlah hasilnya. Tapi biasanya, butuh bantuan dari yg sudah mengerti utk membaca hasil talent mapping tersebut
4. Ibu Mufna
Hampir mirip dgn pertanyaan di atas. Masalah mompreneur. Kbtulan sy ada bisnis yg membawahi reseller. Dlm bisnis sudah pasti dituntut fast respon melayani reseller. Sebenarnya Sudah dibuat ketentuan order, jam kerja dll. Namun masih saja ada yg "melanggar ketentuan". Sudah diberi pengertian, namun menuntut fast respon. Bagaimana menyikapi nya?
Berusahalah untuk menciptakan sistem. Bisnis dikatakan bisnis jika sudah memiliki sistem, dimana bisnis terus berjalan meski kita sedang liburan.
Buatlah SOP yang jelas, agar pelanggan bisa paham. Banyak kok online shop yang tegas sekali, namun pelanggannya terus bertambah. Jadikan ini sebagai tantangan bisnis.
NICE HOMEWORK#1
SUHAENI
ADAB MENUNTUT ILMU
- Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Jawab:
Ilmu manajemen waktu bagi seorang IRT yang memiliki peran ganda sebagai pengemban dakwah serta tenaga pendidik.
- Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Jawab:
Alasan terkuat kenapa ingin menekuni ilmu manajemen waktu adalah agar semua aktivitas di rumah (sebagai Ibu Rumah Tangga) dan di luar (sebagai pengemban dakwah serta tenaga pendidik) bisa terlaksana dengan efisien dan optimal.
- Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut.
Jawab:
Strategi untuk menuntut ilmu tersebut adalah dengan banyak membaca buku, sharing dengan banyak Ibu Rumah Tangga yang sukses dalam manajemen waktu, serta belajar online seperti belajar di Institut Ibu Profesional, sehingga bisa sharing dengan fakar atau ahlinya.
- Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Jawab:
- Meluruskan niat bahwa mencari ilmu adalah suatu kewajiban. Kemudian berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkannya. Karena ilmu tanpa amal sia-sia.
- Komitmen dan konsisten dalam menjalani prosesnya
- Senantiasa lebih mendekatkan lagi kepada Yang Maha Pemilik Ilmu. Agar ilmu yang diperoleh bermanfaat dan dipenuhi keberkahan.
Resume Diskusi
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
ADAB MENUNTUT ILMU
Tanggal : 17 Oktober 2016
Waktu : Pkl. 19.30 s.d 21.12 WIB
Fasilitator : Ibu Dzikra Ihdaiyatul 'Ulya (Chika), Ibu Maria Ulfah, Ibu Rizki Fajriyani Jurnaliska
Ketua Kelas : Ibu Linda
Koordinator minggu I : Ibu Nurrita Dewi
Sekretaris : Ibu Eneng Inayatin
(Absensi dihadiri 39 peserta)
Pertanyaan no. 1-6 dijawab oleh Ibu Chika
1. Ibu Ayirodiah - Cianjur. Apa perbedaan perilaku dan tingkah laku? Tingkah laku adalah tindakan suatu organism yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. (Ribert Kwick, 1974)
Sedangkan Secara umum perilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
Tingkah Laku adalah tindakannya, perilaku adalah proses interaksinya.
Sumber: Agustina Dwi Herawati. Perkembangan Psikologi
2. Ibu Haifa - Serang.
Dlm era media sosial sekarang ini, banyak sekali saya lihat orang2 yg memberikan feedback berupa kritikan secara terbuka yang dapat dilihat / dibaca oleh setiap orang terhadap ilmu yg disampaikan oleh seorang alim ulama
Pertanyaannya:
A. Apakah diperbolehkan seorang murid memberi masukan / kritikan secara terbuka terhadap ilmu yg dirasa kurang tepat menurut murid tersebut? ▶ Menurut saya, Guru yang baik adalah guru yang mampu mendengarkan. Tidak ada salahnya bersikap kritis.atau berpikir skeptis. Yang terpenting, anak tau bahwa setiap guru pasti memiliki ilmu. Tugas murid, adalah menyerap, menalar, bertanya, dan menerima bahwa ada banyak ilmu yang belum diketahui. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.
B. Apabila diperbolehkan, bagaimana adab yang baik agar sang guru yg mendapat kritikan tersebut tetap mendapat ridha guru supaya ilmu nya tetap berkah dan manfaat? ▶ Bertanya, bukan mempertanyakan. Tanyakan sesuatu secara kritis, dengan cara yang santun. Setelah mendapat penjelasan, jangan berdebat... tapi.coba resapi dan ambil yang sesuai dengan hati nurani.
3. Ibu Lusi Mulyantini - Pandeglang
A. Terkait dengan adab terhadap diri sendiri, bagaimana cara untuk menumbuhkan keikhlasan dan membersihkan hati dlm menuntut ilmu dari hal2 yang sedang membuat hati kita risau? Misal, ketika dihadapkan dengan musibah saat sedang belajar.
Jawab: Tetap menjaga niat dalam mencari ilmu, musibah datang sbg penguji ketakwaan & kesungguhan kita belajar. Yakin pasti ada Hikmah dibalik musibah yg kita hadapi, hanya saat ini mungkin pikiran & hati kita belum mampu menangkap hikmah tersebut. Dan Hikmah adalah ilmu Allah yang harus dimengerti oleh penerima nya dgn hati lapang
B. Ketika ada sedikit kesalahan dalam penyampaian ilmu oleh guru, apa yang harus kita lakukan untuk mengoreksi kesalahan, jika tipikal guru kurang mau menerima koreksi dari kita?
Jawab: sampaikan dengan kritikan dalm bentuk pertanyaan & masukan, tentu saja dgn bahasa yang santun. Resapi jawabannya, ambil kebaikannya sj n jangan mendebatnya dimuka umum
4. Ibu Linda - Serang
Kelas online yg diadakan sepekan sekali sbnrnya ringan, tp akan terasa berat barangkali utk para ibu muda yang belum terbiasa online non-stop kurleb 2 jam, minta tips saja biar bisa mgkondisikan semua hal agar bs mgikuti kelas online dgn aman dan nyaman. ▶ Tips mengelola waktu kuliah MIP:
Senin : Kelas Matrikulasi
Pukul 08.00 wib baca materi di FB/WA
⏰Pukul 08.15 ajukan pertanyaan.via.sekretaris
⏰Pukul 20.00 simak jawaban dr fasil di.WA, jika ada yg masih mengganjal tinggalkan.pertanyaan.di. kolom.komentar fb.
Selasa :
⏰Pukul 08.00 wib lihat tugas NHW di.WA atau FB
⏰ bila ada yg ingin.ditanyakan, ajukan.via.sekretaris
20.00 simak.jawaban... lalu buat NHW nya
5. Ibu Sofi - Garut
Bagaimana adab meminta izin (misalnya meninggalkan forum sblm waktunya) dlm sebuah majelis yg skalany besar (sprti seminar, kelas online yg pesertany bnyak, atau pengajian besar)?
Karena yg biasanya dilakukan kebanyakn orang, adalah meninggalkan begitu saja forum tanpa meminta izin terlebih dahulu. Bisa jd krn kalau minta izin malah mengganggu forum yg sdg berjalan dsb. ▶ Biasanya setiap.forum akan menjelaskan peraturan di awal acara. Untuk seminar, usahakan untuk keluar ketika pergantian pemateri. Atau ketika coffee break. Jika ada forum online nya, maka bisa mengucapkan permohonan maaf di sana.
6. Ibu Amel - IIP Serang
A. Bagaimana carany atau kiat khusus utk membuat kita ikhlas dan membersihkan bathin kita, sehingga ilmu yg kita pelajari mudah masuk kehati shg bs diimplementasikan bukan sekedar mengerti ilmu saja?
Ibu Rizki : meluruskan niat, kita tujuannya mencari ilmu utk apa? Apa manfaatnya bagi kita, stelah itu diamalkan. Karena kadang pemahaman ilmu itu datang stelah diamalkan & dilaksanakan. Learning by doing
B. Apakah pengertian dan penjelasan dari kalimat adab terhadap sumber ilmu yaitu tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dlm bentuk buku ketika sedang kita pelajari, dan contohnya?
Jawab: buku sebagai alat sumber ilmu adalah simbol dari ilmu dan hal2 yg kita muliakan. Yang kita hargai adalah hakekat isi buku itu bukan kertas. Bentukpenghormatan adalah menmpatkannya ditempat yg tepat. Misal tidakmenaruh buku dilantai yg dilalui orang2 berjalan kaki. Terlebih lagi, Alquran adalah memuliakannya n menaruhnya di tempat yg mulia/diatas meja
7. Ibu Azizah - Serang
A. Apa konsekuensi dari tdk mengikuti adab menuntut ilmu?
B. Sepertinya di negara kita tdk sedikit org yg berilmu tp kenyataannya banyak yg menggunakan ilmunya untuk menyesatkan orang, membatah alqur'an, dll. Ini fenomena apa?
C.Sceptical thinking itu contoh konkritnya kyk gmn ya?
Ibu Rizki : A. Ibu Azizah, sependek pengetahuan saya, konsekuensi dari tidak menerapkan adab dalam menuntut ilmu adalah ketiadaan barakah di dalamnya. Ketiadaan barakah itu bisa berbentuk banyak hal seperti cepat lupa atas ilmu tsb, sulit mengamalkan, rasa enggan mengajarkan dst.
B. Bukan hanya di negara kita Bu. Dan bukan pada zaman kita saja. Dari sejak zaman para nabi pun orang2 seperti itu sudah ada. Jadi ini adalah fenomena yang akan terus terulang sepanjang zaman. Tinggal kita meyakinkan diri tetap berada di barisan orang berilmu, beriman, dan beradab.
C. Sceptical thinking itu maksudnya ketika kita mendapatkan suatu informasi atau berita dari media sosial, kita tidak langsung percaya, apalagi langsung membroad cast. Dalam sceptical thinking ada proses mempertanyakan, meragukan dan mengkritisi. Kemampuan ini penting agar kita tidak mudah terbawa oleh informasi-informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
8. Ibu Irma
Bisakah kita menuntut ilmu hanya dari buku yang kita baca ? Atau dalam menuntut ilmu harus selalu ada Guru yg membimbing ?
Ibu Chika : Ibu Septi mengajarkan untuk selalu.mencari sumber ilmunya langsung. Karena, berguru langsung dan hanya membaca itu efeknya beda, karena dg menemui.guru, energi dr guru.pun ikut terserap.
Perihal adab guru, ada bahan renungan dari Teh Ninih :
Saudaraku hati-hati bila anda sedang mencari guru apalagi yang bisa membimbing ke jalan Ridho Allah, sebaiknya perhatikan hal berikut ini:
A. Selalu sandarkan hati kepada Allah, memohon petunjuk-Nya agar ditemukan dengan seorang guru yang benar-benar bisa membimbing ke jalan Ridho Allah.
B. Perbanyak silaturahmi dengan pesantren, madrasah atau majlis taklim dan para guru/kyai/ustadz, perkaya diri dengan ilmu dan wawasan. Sehingga melahirkan sifat arif dan bijak dengan perbedaan.
C. Islam adalah agama yang indah, sehingga guru yang baik tidak akan menghina, merendahkan, dan menistakan sebuah golongan hanya karena berbeda pandangan/pendapat.
D. Kesholehan seseorang bukan dilihat dari keajaiban atau keanehan yang dipertontonkan, tapi bisa dilihat akhlak kebiasaannya.
E. Guru yang baik sangat menjaga dari hal yang sia-sia, penuh rendah hati, menjaga dr larangan Allah. Bukan dilihat dari aksesoris semata.
Semoga kita dipertemukan dengan guru pembimbing dunia akhirat yang ikhlas. Aamiin
Ibu Lusi : Untuk pertanyaan bu irma, kalo menurut saya, kita tetap butuh guru dalan menuntut ilmu. Banyak ilmu yang multi tafsir dan butuh guru untuk bisa menjelaskan tafsir yang tepat. Kita bisa lihat shiroh rasulullah atau berkaca pada ulama. Mereka ketika belajar pun tetap berguru.
🙏
Ibu Rizka : Untuk penguat bisa dilihat di surah al isro ayat 36
9. Ibu Yuni
Izin bertanya ya. Kalau adab murid kepada guru sudah dijelaskan, nah adab guru kepada murid bagaimana ya? Kadang ada guru yg galak/main pukul/cubit/mengatai muridnya bodoh dll. Terima kasih
Ibu Chika : Lihat jawaban Teh Ninih di no. 8
Jika ada guru yg kurang beradab, maka prinsipnya.. ambil yang baiknya saja.
Tak perlu kita berdebat, apalagi membalas.
Ibu Ulfah : Sebaik2 contoh Adab yg kita tiru sbg guru adalah adab yg diajarkan Rasulullah dlm berhubungan dgn sahabat2nya.
Beliau bisa memposisikan diri berbicara/mengajar kpd sahabat/murid yg cerdas seperti ali r.a, tapi jg bisa mengajar dgn baik kpd sahabatnya yg masih belum tahu. Jadi Rasulullah sgt mengerti karakter murid2 nya. Itu patutkita contoh.
Sifat lemah lembut & ikhlas perlu dikedepankan agar ilmu yg disampaikan oleh guru bisa diterima dgn baik oleh murid2nya.
Ibu Rizki : Saya teringat dengan sebuah pepatah Arab, "Wa laysa akhu 'ilmin kaman huwa jaahil"..dan bukanlah org yang berilmu itu seperti org yang bodoh..
Dlm hal ini maksud saya jika ada guru yg seperti itu maka beliau baru sebatas menyampaikan informasi (pengetahuan) bukan yang berjiwa mendidik. Maka luruskan dengan bijak.
Ibu Aini : Bagaimana jika kita sudah mncoba mluruskan tapi guru tsb tidak mngindahkan... Msh brsikap sama
Ibu Ulfah : Sama seperti jawaban Teh Chika diatas, kita ambil sisi kebaikan dari beliau. Lalu kita mencari guru yg lain yg arif, yang memahami & mengamalkan ilmunya
10. Ibu Nina - Pandeglang
Ketika seseorang telah memilki begitu bnyak ilmu yg telah di ketahui oleh masyarakat luas. Tapi seorang tersebut tidak mau membagikan ilmu yg dia miliki apalagi untk mengimplentasikan.
Apakah ini dampak dari sebelum mnuntut ilmu org tersebut tdak mengikuti adab" dlm mnuntut ilmu..??
Ibu Ulfah: menurut saya Iya al 'ilmu bila amal kasysyajar bilaa tsamar
"Ilmu tanpa perbuatan seperti pohon tanpa buah" ada hadist lain al 'ilmu bilaa 'amal laisa bi'ilmin " ilmu yg tidak disertai amal bukan Ilmu. Jadi kalo ada orang ygberilnu tapi tidak mau mengaplikasikan berarti dia sebenarnya belum Tahu. Dan Cahaya ilmu itu belum masuk pada hati n pikiran.
11. Ibu Lusi - Pandeglang
Fenomena sekarang, kebanyakan anak2 remaja ketika belajar formal di sekolah harapannya mendapatkan nilai tinggi, dengan cara apapun, bagaimana menanamkan hal yang baik pada mereka bahwa menuntut ilmu adalah proses menjadi pribadi yg lebih baik dan ada adab2 yg harus dijalankan? Karena terkadang agak sulit memberitahu lewat lisan atau nasihat.
Ibu Ulfah : Adab itu sebenarnya dicontohkan & ditularkan maka sbg orang dewasa kita adl sebaik2 contoh bagi mereka. Krn anak2 adl peniru yg super canggih.
Orang tua harus mengjargai proses belajar anak, mau menemani & mendampingi, bukan hanya memberi reward n punishment di akhir. Sehingga mereka menghargai proses belajar
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
ADAB MENUNTUT ILMU
Tanggal : 17 Oktober 2016
Waktu : Pkl. 19.30 s.d 21.12 WIB
Fasilitator : Ibu Dzikra Ihdaiyatul 'Ulya (Chika), Ibu Maria Ulfah, Ibu Rizki Fajriyani Jurnaliska
Ketua Kelas : Ibu Linda
Koordinator minggu I : Ibu Nurrita Dewi
Sekretaris : Ibu Eneng Inayatin
(Absensi dihadiri 39 peserta)
Pertanyaan no. 1-6 dijawab oleh Ibu Chika
1. Ibu Ayirodiah - Cianjur. Apa perbedaan perilaku dan tingkah laku? Tingkah laku adalah tindakan suatu organism yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. (Ribert Kwick, 1974)
Sedangkan Secara umum perilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
Tingkah Laku adalah tindakannya, perilaku adalah proses interaksinya.
Sumber: Agustina Dwi Herawati. Perkembangan Psikologi
2. Ibu Haifa - Serang.
Dlm era media sosial sekarang ini, banyak sekali saya lihat orang2 yg memberikan feedback berupa kritikan secara terbuka yang dapat dilihat / dibaca oleh setiap orang terhadap ilmu yg disampaikan oleh seorang alim ulama
Pertanyaannya:
A. Apakah diperbolehkan seorang murid memberi masukan / kritikan secara terbuka terhadap ilmu yg dirasa kurang tepat menurut murid tersebut? ▶ Menurut saya, Guru yang baik adalah guru yang mampu mendengarkan. Tidak ada salahnya bersikap kritis.atau berpikir skeptis. Yang terpenting, anak tau bahwa setiap guru pasti memiliki ilmu. Tugas murid, adalah menyerap, menalar, bertanya, dan menerima bahwa ada banyak ilmu yang belum diketahui. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.
B. Apabila diperbolehkan, bagaimana adab yang baik agar sang guru yg mendapat kritikan tersebut tetap mendapat ridha guru supaya ilmu nya tetap berkah dan manfaat? ▶ Bertanya, bukan mempertanyakan. Tanyakan sesuatu secara kritis, dengan cara yang santun. Setelah mendapat penjelasan, jangan berdebat... tapi.coba resapi dan ambil yang sesuai dengan hati nurani.
3. Ibu Lusi Mulyantini - Pandeglang
A. Terkait dengan adab terhadap diri sendiri, bagaimana cara untuk menumbuhkan keikhlasan dan membersihkan hati dlm menuntut ilmu dari hal2 yang sedang membuat hati kita risau? Misal, ketika dihadapkan dengan musibah saat sedang belajar.
Jawab: Tetap menjaga niat dalam mencari ilmu, musibah datang sbg penguji ketakwaan & kesungguhan kita belajar. Yakin pasti ada Hikmah dibalik musibah yg kita hadapi, hanya saat ini mungkin pikiran & hati kita belum mampu menangkap hikmah tersebut. Dan Hikmah adalah ilmu Allah yang harus dimengerti oleh penerima nya dgn hati lapang
B. Ketika ada sedikit kesalahan dalam penyampaian ilmu oleh guru, apa yang harus kita lakukan untuk mengoreksi kesalahan, jika tipikal guru kurang mau menerima koreksi dari kita?
Jawab: sampaikan dengan kritikan dalm bentuk pertanyaan & masukan, tentu saja dgn bahasa yang santun. Resapi jawabannya, ambil kebaikannya sj n jangan mendebatnya dimuka umum
4. Ibu Linda - Serang
Kelas online yg diadakan sepekan sekali sbnrnya ringan, tp akan terasa berat barangkali utk para ibu muda yang belum terbiasa online non-stop kurleb 2 jam, minta tips saja biar bisa mgkondisikan semua hal agar bs mgikuti kelas online dgn aman dan nyaman. ▶ Tips mengelola waktu kuliah MIP:
Senin : Kelas Matrikulasi
Pukul 08.00 wib baca materi di FB/WA
⏰Pukul 08.15 ajukan pertanyaan.via.sekretaris
⏰Pukul 20.00 simak jawaban dr fasil di.WA, jika ada yg masih mengganjal tinggalkan.pertanyaan.di. kolom.komentar fb.
Selasa :
⏰Pukul 08.00 wib lihat tugas NHW di.WA atau FB
⏰ bila ada yg ingin.ditanyakan, ajukan.via.sekretaris
20.00 simak.jawaban... lalu buat NHW nya
5. Ibu Sofi - Garut
Bagaimana adab meminta izin (misalnya meninggalkan forum sblm waktunya) dlm sebuah majelis yg skalany besar (sprti seminar, kelas online yg pesertany bnyak, atau pengajian besar)?
Karena yg biasanya dilakukan kebanyakn orang, adalah meninggalkan begitu saja forum tanpa meminta izin terlebih dahulu. Bisa jd krn kalau minta izin malah mengganggu forum yg sdg berjalan dsb. ▶ Biasanya setiap.forum akan menjelaskan peraturan di awal acara. Untuk seminar, usahakan untuk keluar ketika pergantian pemateri. Atau ketika coffee break. Jika ada forum online nya, maka bisa mengucapkan permohonan maaf di sana.
6. Ibu Amel - IIP Serang
A. Bagaimana carany atau kiat khusus utk membuat kita ikhlas dan membersihkan bathin kita, sehingga ilmu yg kita pelajari mudah masuk kehati shg bs diimplementasikan bukan sekedar mengerti ilmu saja?
Ibu Rizki : meluruskan niat, kita tujuannya mencari ilmu utk apa? Apa manfaatnya bagi kita, stelah itu diamalkan. Karena kadang pemahaman ilmu itu datang stelah diamalkan & dilaksanakan. Learning by doing
B. Apakah pengertian dan penjelasan dari kalimat adab terhadap sumber ilmu yaitu tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dlm bentuk buku ketika sedang kita pelajari, dan contohnya?
Jawab: buku sebagai alat sumber ilmu adalah simbol dari ilmu dan hal2 yg kita muliakan. Yang kita hargai adalah hakekat isi buku itu bukan kertas. Bentukpenghormatan adalah menmpatkannya ditempat yg tepat. Misal tidakmenaruh buku dilantai yg dilalui orang2 berjalan kaki. Terlebih lagi, Alquran adalah memuliakannya n menaruhnya di tempat yg mulia/diatas meja
7. Ibu Azizah - Serang
A. Apa konsekuensi dari tdk mengikuti adab menuntut ilmu?
B. Sepertinya di negara kita tdk sedikit org yg berilmu tp kenyataannya banyak yg menggunakan ilmunya untuk menyesatkan orang, membatah alqur'an, dll. Ini fenomena apa?
C.Sceptical thinking itu contoh konkritnya kyk gmn ya?
Ibu Rizki : A. Ibu Azizah, sependek pengetahuan saya, konsekuensi dari tidak menerapkan adab dalam menuntut ilmu adalah ketiadaan barakah di dalamnya. Ketiadaan barakah itu bisa berbentuk banyak hal seperti cepat lupa atas ilmu tsb, sulit mengamalkan, rasa enggan mengajarkan dst.
B. Bukan hanya di negara kita Bu. Dan bukan pada zaman kita saja. Dari sejak zaman para nabi pun orang2 seperti itu sudah ada. Jadi ini adalah fenomena yang akan terus terulang sepanjang zaman. Tinggal kita meyakinkan diri tetap berada di barisan orang berilmu, beriman, dan beradab.
C. Sceptical thinking itu maksudnya ketika kita mendapatkan suatu informasi atau berita dari media sosial, kita tidak langsung percaya, apalagi langsung membroad cast. Dalam sceptical thinking ada proses mempertanyakan, meragukan dan mengkritisi. Kemampuan ini penting agar kita tidak mudah terbawa oleh informasi-informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
8. Ibu Irma
Bisakah kita menuntut ilmu hanya dari buku yang kita baca ? Atau dalam menuntut ilmu harus selalu ada Guru yg membimbing ?
Ibu Chika : Ibu Septi mengajarkan untuk selalu.mencari sumber ilmunya langsung. Karena, berguru langsung dan hanya membaca itu efeknya beda, karena dg menemui.guru, energi dr guru.pun ikut terserap.
Perihal adab guru, ada bahan renungan dari Teh Ninih :
Saudaraku hati-hati bila anda sedang mencari guru apalagi yang bisa membimbing ke jalan Ridho Allah, sebaiknya perhatikan hal berikut ini:
A. Selalu sandarkan hati kepada Allah, memohon petunjuk-Nya agar ditemukan dengan seorang guru yang benar-benar bisa membimbing ke jalan Ridho Allah.
B. Perbanyak silaturahmi dengan pesantren, madrasah atau majlis taklim dan para guru/kyai/ustadz, perkaya diri dengan ilmu dan wawasan. Sehingga melahirkan sifat arif dan bijak dengan perbedaan.
C. Islam adalah agama yang indah, sehingga guru yang baik tidak akan menghina, merendahkan, dan menistakan sebuah golongan hanya karena berbeda pandangan/pendapat.
D. Kesholehan seseorang bukan dilihat dari keajaiban atau keanehan yang dipertontonkan, tapi bisa dilihat akhlak kebiasaannya.
E. Guru yang baik sangat menjaga dari hal yang sia-sia, penuh rendah hati, menjaga dr larangan Allah. Bukan dilihat dari aksesoris semata.
Semoga kita dipertemukan dengan guru pembimbing dunia akhirat yang ikhlas. Aamiin
Ibu Lusi : Untuk pertanyaan bu irma, kalo menurut saya, kita tetap butuh guru dalan menuntut ilmu. Banyak ilmu yang multi tafsir dan butuh guru untuk bisa menjelaskan tafsir yang tepat. Kita bisa lihat shiroh rasulullah atau berkaca pada ulama. Mereka ketika belajar pun tetap berguru.
Ibu Rizka : Untuk penguat bisa dilihat di surah al isro ayat 36
9. Ibu Yuni
Izin bertanya ya. Kalau adab murid kepada guru sudah dijelaskan, nah adab guru kepada murid bagaimana ya? Kadang ada guru yg galak/main pukul/cubit/mengatai muridnya bodoh dll. Terima kasih
Ibu Chika : Lihat jawaban Teh Ninih di no. 8
Jika ada guru yg kurang beradab, maka prinsipnya.. ambil yang baiknya saja.
Tak perlu kita berdebat, apalagi membalas.
Ibu Ulfah : Sebaik2 contoh Adab yg kita tiru sbg guru adalah adab yg diajarkan Rasulullah dlm berhubungan dgn sahabat2nya.
Beliau bisa memposisikan diri berbicara/mengajar kpd sahabat/murid yg cerdas seperti ali r.a, tapi jg bisa mengajar dgn baik kpd sahabatnya yg masih belum tahu. Jadi Rasulullah sgt mengerti karakter murid2 nya. Itu patutkita contoh.
Sifat lemah lembut & ikhlas perlu dikedepankan agar ilmu yg disampaikan oleh guru bisa diterima dgn baik oleh murid2nya.
Ibu Rizki : Saya teringat dengan sebuah pepatah Arab, "Wa laysa akhu 'ilmin kaman huwa jaahil"..dan bukanlah org yang berilmu itu seperti org yang bodoh..
Dlm hal ini maksud saya jika ada guru yg seperti itu maka beliau baru sebatas menyampaikan informasi (pengetahuan) bukan yang berjiwa mendidik. Maka luruskan dengan bijak.
Ibu Aini : Bagaimana jika kita sudah mncoba mluruskan tapi guru tsb tidak mngindahkan... Msh brsikap sama
Ibu Ulfah : Sama seperti jawaban Teh Chika diatas, kita ambil sisi kebaikan dari beliau. Lalu kita mencari guru yg lain yg arif, yang memahami & mengamalkan ilmunya
10. Ibu Nina - Pandeglang
Ketika seseorang telah memilki begitu bnyak ilmu yg telah di ketahui oleh masyarakat luas. Tapi seorang tersebut tidak mau membagikan ilmu yg dia miliki apalagi untk mengimplentasikan.
Apakah ini dampak dari sebelum mnuntut ilmu org tersebut tdak mengikuti adab" dlm mnuntut ilmu..??
Ibu Ulfah: menurut saya Iya al 'ilmu bila amal kasysyajar bilaa tsamar
"Ilmu tanpa perbuatan seperti pohon tanpa buah" ada hadist lain al 'ilmu bilaa 'amal laisa bi'ilmin " ilmu yg tidak disertai amal bukan Ilmu. Jadi kalo ada orang ygberilnu tapi tidak mau mengaplikasikan berarti dia sebenarnya belum Tahu. Dan Cahaya ilmu itu belum masuk pada hati n pikiran.
11. Ibu Lusi - Pandeglang
Fenomena sekarang, kebanyakan anak2 remaja ketika belajar formal di sekolah harapannya mendapatkan nilai tinggi, dengan cara apapun, bagaimana menanamkan hal yang baik pada mereka bahwa menuntut ilmu adalah proses menjadi pribadi yg lebih baik dan ada adab2 yg harus dijalankan? Karena terkadang agak sulit memberitahu lewat lisan atau nasihat.
Ibu Ulfah : Adab itu sebenarnya dicontohkan & ditularkan maka sbg orang dewasa kita adl sebaik2 contoh bagi mereka. Krn anak2 adl peniru yg super canggih.
Orang tua harus mengjargai proses belajar anak, mau menemani & mendampingi, bukan hanya memberi reward n punishment di akhir. Sehingga mereka menghargai proses belajar
Langganan:
Postingan (Atom)

