Blogger templates

Menulis Untuk Peradaban

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

About me

Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional

Pages

Flickr Images

BTemplates.com

Minggu, 12 Februari 2017

Apa yang Anda rasakan jika sudah bekerja? Sudah bisa menghasilkan uang sendiri, tidak perlu lagi merepotkan orang tua bagi Anda yang masih single, bisa bantu keuangan keluarga bagi yang sudah menikah, asik kan?
Eits...tapi ternyata meskipun kita sudah berpenghasilan sendiri, terkadang masih saja ada permasalahan. Gaji yang kita peroleh ternyata menguap begitu saja. Apalagi yang nasib lima koma, tanggal lima koma alias tanggal lima uang gaji udah ludes. Parahnya terkadang berapapun gajinya akan selalu habis, hilang lenyap tanpa jejak begitu saja.
       
Setujukah Anda jika perempuan disebut makhluk multitasking? Makhluk yang satu ini memang serba bisa dan unik. Selain mahir di ranah domestik, ternyata mahir juga dalam ranah publik. Unik kan? Multitasking kan?

Apa sih yang bisa dilakukan oleh perempuan di ranah publik yang tanpa meninggalkan perannya sebagai Ibu dan juga istri? yups menulis. Menulis adalah aktivitas yang bisa dilakukan perempuan di rumah, dengan tanpa meninggalkan perannya di ranah domestik.
Eits..tapi aktivitas menulis itu tidak mudah loh tapi bukan berarti juga sulit. Asalkan emak tau ilmunya serta komitmen dan konsisten maka akan mudah menjalaninya.
Rabu, 08 Februari 2017


Ade-ade dan teteh-teteh para pengemban dakwah....
Sungguh kita telah menyadari berbagai kerusakan, kegelapan, serta kenestapaan telah menimpa umat ini. Allah telah memilih umat ini sebagai umat yang terbaik
”kuntum khoir ummah ukhrijatin naas ta’muruna bil ma’ruf watanhauna ‘anil munkar watu’minuuna billah..”  sudahkah umat sekarang menjadi umat yang terbaik? Realitas umat ini terpuruk, kenapa? Karena umat hari ini telah meninggalkan tugas mulianya” ta’muruna bil ma’ruf watanhauna ‘anil munkar “ melakukan amal ma’ruf dan mencegah kemunkaran. Dan sekarang bagaimana dengan kita? Kita yang mengaku sebagai pengemban dakwah, kita yang menganggap diri kita adalah orang yang menerima dan melaksanakan tugas mulia dari Allah dan rasul-Nya sebagai penyampai dien ini, hingga tegaknya islam di muka bumi? Bukankah tugas kita ini adalah tugas yang jelas siapa yang memerintahkannya, jelas ganjarannya namun juga jelas segala rintangan dan hambatan untuk menjalankannya? Bagaimana jika kelak halangan itu semakin sulit, sanggupkah kita berkata “Saya takkan meninggalkan jalan ini, saya masih betah tinggal di sini. Kalau saya meninggalkan da’wah ini, siapa lagi yang akan menjalankannya?” Dan bagaimana jika akhirnya kita dihadapkan pada pilihan berat yang bahkan pilihan tersebut menuntut untuk mengorbankan nyawa kita? Masih beranikah kita berteriak lantang di garis depan dan terus melawan? SIAPKAH KITA UNTUK MATI??
Sabtu, 04 Februari 2017


Gegara Uang Satu Juta

Malam kamis kemarin, saya minta tolong ayah buat talangin dulu setor uang pulsa. Karena rekan bisnis pulsa tidak sabaran nagih. Padahal sudah malam kira-kira pukul 20.00 WIB. Bagi saya gak mungkin keluar rumah, apalagi lokasi ATM jauh dari rumah ibu. Akhirnya saya minta tolong ayah buat talangin dulu. Nominalnya kecil sih Cuma Rp. 200.000,- 
Kamis, 02 Februari 2017


Koreksi Jawaban 
 
Berkutat dengan berkas lembar jawaban mahasiswa yang harus segera saya koreksi. Sementara adik yang sedari kemarin menemani di rumah terus saja merengek ingin pulang ke rumah ibu. Persis kayak anak kecil. Padahal dia sudah tidak anak kecil lagi. sudah dewasa. Bahkan anak sesusianya sudah pada menikah dan punya anak. Ah…dasar memang anak bontot sifat manjanya gak bisa rubah juga.

“sebentar lagi juga selesai, ini tinggal beberapa amplop yang belum dikoreksi” jawab saya menenangkan. “baiklah..” jawabnya dengan nada kesal.

Pokoknya jangan sampai terulang kejadian kayak waktu kemarin di karawang, gegara gembok pagar kost an di kunci, dia langsung minta pulang dihari yang sama ke majalengka lagi dan saya menurutinya karena tidak sanggup mengendalikan emosinya. Walhasil, agenda yang sudah disusun untuk dikerjakan di kawarang gatot alias gagal total.

 Koreksi Jawaban Mahasiswa Prodi Agribisnis

Akhirnya saya merayu dengan nada tenang dan memberikan dia pilihan, “ kalo pulang sekarang, kamu besok harus ke rumah munjul lagi temenin ceuceu, atau kalo sekarang mau nunggu sampai selesai besok gak usah ke rumah munjul lagi, gimana? Plus kalo sekarang nunggu ceuceu sampai selesai nanti dibeliin kartu internet tri, silakan terserah mau pilih yang mana?”

“Ya, udah nunggu ceuceu selesai koreksi jawaban saja deh” jawabnya.

Alhmadulillah….akhirnya dia bisa nurut meskipun harus diberi pilihan.
Coba kalau saya tidak melakukan komunikasi produktif, sepertinya perang dunia ketiga akan terjadi. Dan target hari ini untuk selesai koreksi jawaban mahasiswa gagal total.

#Harike9
#Tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#Kuliahbunsayiip

Selasa, 31 Januari 2017


Musik Dangdut VS Bapak Stroke

Hari ini saya nginap lagi di rumah Ibu. Ya sambil silaturahim dan nengok kondisi mereka. Pagi-pagi Bapak sudah sarapan nasi kuning sebungkus dan segelas teh manis hangat. Beres sarapan bapak langsung ngajak ibu buat belajar jalan, “hayu…hayu…hayu…” merengek layaknya anak kecil yang ingin jajan. Itulah rutinitas bapak dipagi hari semenjak terkena stroke.

Senin, 30 Januari 2017


Sambil Menyelam Minum Air
Weekend, layaknya orang-orang umum yang lainnya. Ingin refreshing dari rutinitas kerjaan yang sebarek-abrek. Ya begitupun dengan saya. Tapi sayang hari ahad ini, di CFD (alun-alun kota Majalengka) saya harus menilai mahasiswa yang sedang melakukan praktek kewirusahaan untuk mata kuliah kewirausahaan yang saya ampu. Akhirnya, saya berpikir bagaimana kalo sambil mnyelam minum air, artinya sambil menilai bazar mahasiswa dan saya juga bisa refreshing di alun-alun Majalengka.