Blogger templates

Menulis Untuk Peradaban

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

About me

Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional

Pages

Flickr Images

BTemplates.com

Senin, 03 April 2017


Selama seminggu ini saya dibuat sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Syukur Alhamdulillah Allah masih memberikan saya kesehatan sehingga bisa menjalani semuanya dengan baik. Merawat Bapak yang sakit di Rumah Sakit itu benar-benar menguras tenaga, tidak bisa tidur, lelah fisik dan mental. Ditambah sebelumnya saya harus roadshow melakukan pengajaran di Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang selama 2 hari berturut-turut. Masuk pukul 07.30 WIB dan keluar kelas pukul 19.00 WIB. Istirahat hanya makan dan shalat saja.

Kesibukan ini nyaris membuat saya tidak bisa melakukan pencatatan keuangan, baik keuangan bisnis maupun pribadi. Padahal, setiap malam saya selalu melakukan pencatatan keuangan. Apa saja yang dikeluarkan dan untuk membeli apa. Serta untuk keuangan bisnis merekap siapa saja yang melakukan transasksi hari ini, dari marketer atau reseller atas nama siapa.

Alhamdulillah hari ini saya baru bisa mengerjakan dan merapihkannya. Teramat sangat tertolong dengan adanya financial workbook for mompreneur. Buku ini ditulis oleh teh Indari Mastuti. Dan satu tahun 1 set buku yang terdiri dari 4 buku. Setiap buku digunakan untuk 3 bulan pencatatan. Bagi saya sebagai pelaku bisnis online ini sangat membantu saya. Dan bisa dengan mudah mengetahui berapa besar keuntungan setiap bulannya dan kemudian bisa melakukan evaluasi.

Gambar Financial Workbook For Mompreneur

Menggunakan financial workbook for mompreneur ini sebenarnya atas ide yang dilontarkan suami. Katanya, “biar rapi bunda coba pakai buat pencatatan keuangan bisnis. Investasi buat membeli tidak begitu mahal, akan tetapi manfaat yang diperoleh begitu besar”.

Awalnya saya merasa enggan, apalagi harus membelinya dnegan harga Rp. 65.000,00 sayangkan uangnya. Eh tapi ternyata betul kata suami manfaatnya besar sekali, tak sebanding dengan uang yang saya investasikan untuk membeli buku tersebut. Hmm, lagi-lagi saya harus berterimakasih kepada suami yang sudah memberikan ide untuk projek ini. 


#Tantanganhari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Hari ini Bapak rencananya pulang, alhamadulillah sakit lambungnya sudah rada mendingan. Walaupun harus tetap dijaga pola makan dan jenis makanannya. Pagi ini, sempat Bapak membuat drama yang membuat panik istri dan anak-anaknya. Bapak memaksa ingin pulang hari ini. Mungkin Ia merasa sudah sembuh. Selang yang masuk ke lambung melalui lubang hidung dicabutnya. Tanpa sepengetahuan kami yang jaga. Karena kami tadi malam ketiduran karena kelelahan. Tiba-tiba kami dikagetkan dengan benda yang jatuh dari atas ranjang Bapak. Ternyata yang jatuh adalah tempat pembuangan dan selang panjangnya. Kontan, Ibu panik. Dan kami langsung menghubungi perawat yang jaga malam. Impusan sudah penuh dengan darah dan rembesan air.

Ibu perawat awalnya mau memasangkan kembali selang yang di masukan ke lubang hidung tersebut. Tapi ternyata Bapak marah dan ngamuk tidak mau dipasang selalng tersebut lagi. Hanya impusan yang dipasang kembali. Hanya pemasangannya sekarang berpindah tempat, awalnya di bagian lengan kanan, sekarang dipindahkan di bagian lengan sebelah kiri.

Ternyata drama yang membuat panik tersebut tidak selesai samapai disitu saja, Bapak ingin segera pulang. Dan memaksa akan mencabut selang impusan yang ada ditangan sebelah kirinya. Akhirnya, kami kembali melapor ke perawat. Dan perwat tidak bisa berbuat apa-apa, dan menyarankan kepada kami untuk lapor ke Dokter yang nanti pagi akan meriksa.

Akhirnya, ketika pagi tiba dan dokter memerika kondisi Bapak, saya bertanya bagaimana keadaan Bapak. Dan Dokter bilang, Alhamdulillah lambungnya sudah lumayan. Tinggal jaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi dan jangan lupa diminum obatnya dan kontrol ke Rumah Sakit untuk mengetahui kondisinya. Saya pun menanyakan apakah  Bapak sudah boleh dibawa pulang. Dan alhmauldillah Dokter mengizinkan.

Singkat cerita, Bapak sudah kembali ke rumah. Di rumah hanya ada saya, adik, Ibu dan Bapak. Tiba-tiba Ibu bilang, “Kita membutuhkan persiapan uang untuk berobat Bapak, sepertinya Ibu harus punya penghasilan”, Saya langsung menenangkan Ibu, “Tenang Bu, masih ada saya, saya akan sekuat tenaga membantu Ibu baik materi maupun non materi”.

Tapi sepertinya Ibu keukeuh ingin memperoleh penghasilan sendiri, agar tidak terus-terusan tiap hari merepotkan anaknya. Akhirnya Saya, adik dan Ibu berdiskusi, Memberntuk forum keluarga. Mencarikan solusi bagaimana agar Ibu bisa produktif  di rumah. Sebenarnya, saya sudah berusaha meyakinkan Ibu, bahwa yang akan menjamin kebutuhan Ibu, Bapak dan adik adalah saya. Yah…tapi yang namnaya orang tua terkadang merasa tidak enak jika terus-terusan harus mendpatkan supply dari anak-anaknya. Akhirnya kami berfikir bagaimana caranya, agar Ibu bisa tetap berpengahsilan dari rumah dan Bapak juga masih tetap bisa diurusi. Akhirya dalam forum diskusi keluarga, yang mana saya berperan sebagai leadernya. Dihasilkan kesimpulan bahwa Ibu akan kembali membuka warung di rumah. Warung kelontongan. Sebenarnya Ibu masih membuka warung, tapi kondisi warung sudah memprihatinkan banyak barang yang di cari pembeli tidak ada, karena kendala modal belanja. Insya Allah dengan sedikit kemampuan materi yang saya miliki, saya akan membantu ibu untuk  menyumbangkan modal usaha warung kelontongan. Dengan nominal tertentu. Mudah-mudahan cukup untuk mengawali kembali warung Ibu. 


 Contoh Warung Kelontongan yang Akan dibuka (sumber google)

Adik saya mulai melist apa saja yang akan besok dibeli dan Ibu bersama adik besok mulai belanja barang-barang yang akan dijual di warung Ibu. Bismillah…Insya Allah harus yakin warung Ibu akan tumbuh besar.

#Tantanganhari7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP



Bagi saya, keahlian yang satu ini yang sulit sekali untuk ditaklukan. Sebenarnya bukan tidak mampu, tapi mengaplikasikan KOMITMEN dan KONSISTEN untuk setiap hari memask itu yang belum bisa saya terapkan. Alasannya klasik saja, ah hidup sendiri rasanya repot kalau harus masak. Apalagi masak menu yang ribet dan aneh. Paling sekalinya masak hanya nyeplok telor. Kadang kalau suami pulang pun, suami sering ngajak makan di luar. Kondisi dan alasan ini yang semakin memperkuat saya untuk tidak bisa komitmen dan konsisten memasak setiap hari. Mungkin akan beda cerita jika sudah hadir sang buah hati. Saya mau tidak mau harus masak.

Hari ini, saya memutuskan untuk memasak bahan-bahan makanan yang masih ada di lemari es. Mengoptimalkan dan memanfaatkan bahan-bahan yanga ada. Alhamdulillah pak suami bersedia menjadi asisten masak saya. Rencananya masakan ini akan saya bawa sebagai bekal makan siang saudara-saudara saya yang sedang menunggui Bapak di Rumah Sakit. Ya meskipun hanya masakan senderhana saja. Tumis brokoli, wortel dan sosis. Tapi lumayan lah buat mengganjal perut yang kelaparan seharian menunggu pasien di Rumah Sakit. 


Tumis Brokoli, Wortel dan Sosis


Pak suami yang begitu sigap jadi asisten memasak sepertinya sangat menikmati aktivitas ini. Alhamdulillah projek belajar memasak juga sebagai jawaban untuk tantangan di level 3 ini tentang my family my project. Terimakasih IIP tantangannya setiap level selalu menambah mawadah kami dalam keluarga.  

#Tantanganhari6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP



Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan kepada diri ini dan suami. Hingga kami mampu berbagi waktu untuk urusan kerjaan dan birul walidayn. Ini hari kedua Bapak di rawat di Rumah Sakit. Bapak hanya punya dua orang putri. Saya dan adik saya. Alhasil, kami harus berbagi waktu dan peran untuk merawat Bapak. Jangan tanya bagaimana peran Ibu sebagai seorang istri. Ibu siang malam sebagai penjaga dan perawat utama Bapak. Dan lagi-lagi kami bersyukur karena Allah memberikan kesehatan kepada Mimi, panggilan ibu saya. Rasanya tidak bisa terbayangkan bagaimana jika Ibu ikutan sakit.

Pak suami pun begitu baik, mau menemani saya untuk ikut serta merawat Bapak. Padahal ia baru pulang kerja dinas dari luar kota dan belum sempat istirahat. Alhamdulillah pak suami sehat, meskipun terlihat guratan kelelahan di matanya, yang tidak bisa ia sembunyikan.

Karena kami lihat di Rumah Sakit sudah banyak saudara yang gantian untuk menunggu Bapak Akhirnya, hari sabtu siang, saya mengajak suami untuk istirahat dulu, pulang ke rumah.. Rumah yang sedari kamis belum sempat saya bersihkan. Karena kamis saya baru pulang dari Karawang, Jumat langsung meluncur  ke Rumah Sakit. Dari hari sabtu ini saya baru kembali ke Rumah. Hmm, debu-debu sudah banyak menempel di lantai maupun jendela rumah. Cucian sudah menumpuk di keranjang. Tapi rasanya badan ini sudah tidak sanggup untuk menjamahnya dulu. Butuh istirahat, walaupun hanya sejam saja.

“Bunda, nanti Ayah bantuin bersihin rumah ya, tapi sekarang mendingan kita istirahat dulu. Tidak baik memaksakan tubuh yang sudah lelah”. Kata-kata suami yang menenangkan ketika melihat istrinya menyaksikan pekerjaan rumah yang begitu banyak.

Saya hanya balas dengan satu anggukan. Padahal dalam hati terdalam, ingin menangis bahagia. “Terimakasih ya Allah, Engkau telah menyandingkan hamba dengan hamba Mu yang luar biasa ini”.

Gambar Ayah Lagi Bersihin Teras Depan Rumah

Akhirnya, setelah kami istirahatkan kurang lebih satu jam. Kami mulai untuk mengerjakan projek membersihkan rumah. Sekaligus untuk menjawab tantangan dari lavel 3 ini. Suami bagian menyapu dan ngepel. Sementara saya bagian beres-beres rumah. Ternyata tidak membutuhkan lama untuk menyelasikan projek ini. Meski awalnya agak berat. Tidak lebih dari 1 jam projek ini selesai.

#Tantanganhari5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP



Jumat, 31 Maret 2017


Hari ini saya sengaja menyempatkan waktu untuk mengunjungi rumah orang tua saya. Selain menengok Bapak yang sedang sakit, saya pun ada akan merampungkan projek yang akan dikerjakan dengan adik saya. Projek membuat label untuk usaha camilan yang sedang dirintis oleh adik dan Ibu saya.

Kamis, 30 Maret 2017

Hari ini adalah hari ketiga untuk tantangan level 3 tentang tema #MyFamillyMyTeam. Projek hari ketiga ini adalah projek lanjutan dari hari kedua. Dan merupakan bagian dari projek turun lapang mahasiswa saya. Meskipun dalam tema menyebutkan tema keluarga tapi untuk tantangan level 3 ini saya melibatkan mahasiswa, Karena mereka pun sudah bagian dari pada keluarga saya.

Projek dari hari ketiga ini yaitu membuat Lembar Persiapan Menyuluh (LPM). Projek ini masih dikerjakan oelh kelompok, jumlah kelompok dan anggotanya masih sama seperti projek membuat sionopsis materi penyuluhan. Dan tema dari LPM pun masih sama dengan tema yang ditulis dalam synopsis.

Materi yang telah dipilih untuk disampaikan kepada sasaran selanjutnya disusun dalam Lembar Persiapan Menyuluh (LPM). Penyusunan LPM dimaksudkan untuk memudahkan Penyuluh menyampaikan materi penyuluhannya, karena di dalam LPM dicantumkan hal-hal yang akan digunakan dan disampaikan kepada sasaran terkait dengan materi penyuluhan. Berikut adalah contoh format LPM.

 Contoh Format Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)

Dalam projek ini mahasiswa berlatih seolah-olah menjadi seorang penyuluh pertanian. Dengan pengerjaan projek ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan serta keberanian untuk menyiapkan materi apa saja dan dengan cara seperti apa materi tersbut bisa disampaikan kepada sasaran penyuluhan.

#Tantanganhari3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP



Rabu, 29 Maret 2017

Rencananya hari kedua akan membuat artikel untuk diposting ke Emakpintar.asia, akan tetapi ternyata ada kendala. Jadinya saya mencoba untuk membuat projek dengan mahasiswa saya, projek besar tersebut dinamakan projek "turun lapang" untuk melakukan observasi di lapangan tentang penyuluhan pertanian. Projek ini sebenarnya sekaligus menjadi tugas mahasiswa saya.