Popular Posts

Blogger templates

Menulis Untuk Peradaban

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

About me

Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional

Pages

Flickr Images

BTemplates.com

Selasa, 11 April 2017


Apakah Anda pernah mengeluh atau memang sudah terbiasa mengeluh? ya, memang sebagian besar orang pernah mengeluh. Mengeluh itu salah satunya diakibatkan kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. Ini sebenarnya manusiawi, tapi jika sikap mengeluh sudah menjadi kebiasaan bisa gawat dan berbahaya.

Kamis, 06 April 2017


Resiko rumah dekat sawah adalah masuknya berbagai binatang yang biasa hidup di sawah. Apalagi sawah sudah mulai panen. Bisanya binatang-binatang tersebut pada berkeliaran masuk ke rumah-rumah warga untuk mencari makanan yang bisa mereka makan. Seperti ular dan tikus sawah. Dua binatang  tersebut memang kerap masuk ke rumah warga Yang mengerikan itu ular. Hati-hati jika menggigit manusia.

Pernah waktu itu ada kejadian ular sudah merayap di atas boneka beruang besar. Entah itu masuk dari mana. Mungkin dari pintu dan jendela yang sedang terbuka. Alhamdulillah masih bisa ketahuan. Tidak kebayang jika tidak segera mengetahuinya.

Dan sekarang, yang kerap masuk ke rumah adalah tikus. Tikus ini bikin geram nenek saya. Bau nya itu yang bikin nafsu makan jadi hilang. Memang, tikus hanya berkeliaran di dapur paling belakang. Karena ada beberpa lubang yang menjadikannya sebagai jalan tikus masuk.

Akhirnya, setelah saya dan nenek berdiskusi kami akan menggunakan perangkap tikus berupa “sentek” bukan lagi racun atau lem. Karena jika menggunakan racun atau lem, tikus mati tidak katahuan dan ujung-ujungnya bau bangkai dimana-mana. Jadi amannya kita menggunakan “sentek”


 Gambar Alat Perangkap Tikus (sentek)

Nenek mulai memasang umpan di perangkap tersebut. Biasnya kami menggunakan apa saja untuk umpan. Terkadang pakai pisang goreng, kerupuk sampai bakwan. Dan berhasil. Ternyata tikus suka gorengan juga ya hehe.

Ketika tikus berhasil terperangkap, nenek girag tidak ketulungan. Apalagi sekali terperangkap itu 3 tikus. Ibunya satu dan 2 anaknya (mungkin). Dan bagi kami cara ini efektif. Maka kami pakai terus projek ini sampai tikus tidak masuk lagi ke rumah kami.

#Tantanganhari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP






Hidup itu memang pilihan, the life is choice, apapun itu. Dan setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Terkadang tidak jarang perasaan menyesal menghampiri. Tapi sebisa mungkin harus bisa menepis perasaan tersebut. Apalagi bagi seorang muslim, disyariatkan sebelum memilih suatu pilihan dianjurkan untuk shalat istiqarah terlebih dahulu. Agar keputusan yang diambil di Ridhoi-Nya.

Memilih berbisnis bagi seoramg Ibu rumah tangga pun adalah pilihan. Asalakan sang istri tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Sebenarnya berbisnis dari rumah sudah menjadi cita-cita saya sejak lama. Apalagi dunia bisnis atau dagang sesuatu yang tidak asing lagi di hidup saya. Saya dibesarkan di lingkungan pedagang. Ibu saya pedagang dan hampir dari keluarga besar saya adalah pedagang.

Dan sekarang saya mencoba untuk menseriusi dan coba untuk mulai mengembangkan bisnis saya ini. Saya banyak diskusi dengan suami, meskipun hanya via telepon, di sela-sela istirahat atau waktu kosongnya dalam bekerja, Ia selalu menelpon. Dan ini saya sebut sebagai family forum. Maklum LDM ya sperti ini family forumnya. Tidak apa-apa asalkan esensinya didapat.

Suami mendukung 100% keputusan saya untuk mulai menapaki dunia bisnis. Ia, berkontribusi dalam penyediaan dana, fasilitas IT, dan parter sharing sejati. Tidak jarang ia memberikan ide bisnis yang sebelumnya sama sekali tidak saya fikirkan. Ide tersebut salah satunya untuk merapihkan database bisnis. 

Database bisnis itu meliputi apa saja, daftar konsumen, daftar supplier, daftar distributor, daftar marketer serta reseller. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa menyimpan data tersebut secara rapih. Terkadang konsumen langganan kita suka malas kalau kita minta kirimkan alamat nya lagi. ujung-ujungnya tidak jadi order. Nah, ini bisa gawat. Maka untuk mengantisipasinya gunakan database bisnis.
Gambar Database Workbook for Mompreneur

Sebenarnya selama ini saya sudah memiliki database tersebut tapi masih dalam bentuk yang sangat sederhana. Dan database yang saya bikin hanya untuk kolom data konsumen saja, sementara kolom data buat yang lainnya tidak ada.

Nah, database bisnis ini saya jadikan projek untuk menyelesaikan tantangan my family my projek.

#Tantanganhari9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP



Senin, 03 April 2017


Selama seminggu ini saya dibuat sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Syukur Alhamdulillah Allah masih memberikan saya kesehatan sehingga bisa menjalani semuanya dengan baik. Merawat Bapak yang sakit di Rumah Sakit itu benar-benar menguras tenaga, tidak bisa tidur, lelah fisik dan mental. Ditambah sebelumnya saya harus roadshow melakukan pengajaran di Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang selama 2 hari berturut-turut. Masuk pukul 07.30 WIB dan keluar kelas pukul 19.00 WIB. Istirahat hanya makan dan shalat saja.

Kesibukan ini nyaris membuat saya tidak bisa melakukan pencatatan keuangan, baik keuangan bisnis maupun pribadi. Padahal, setiap malam saya selalu melakukan pencatatan keuangan. Apa saja yang dikeluarkan dan untuk membeli apa. Serta untuk keuangan bisnis merekap siapa saja yang melakukan transasksi hari ini, dari marketer atau reseller atas nama siapa.

Alhamdulillah hari ini saya baru bisa mengerjakan dan merapihkannya. Teramat sangat tertolong dengan adanya financial workbook for mompreneur. Buku ini ditulis oleh teh Indari Mastuti. Dan satu tahun 1 set buku yang terdiri dari 4 buku. Setiap buku digunakan untuk 3 bulan pencatatan. Bagi saya sebagai pelaku bisnis online ini sangat membantu saya. Dan bisa dengan mudah mengetahui berapa besar keuntungan setiap bulannya dan kemudian bisa melakukan evaluasi.

Gambar Financial Workbook For Mompreneur

Menggunakan financial workbook for mompreneur ini sebenarnya atas ide yang dilontarkan suami. Katanya, “biar rapi bunda coba pakai buat pencatatan keuangan bisnis. Investasi buat membeli tidak begitu mahal, akan tetapi manfaat yang diperoleh begitu besar”.

Awalnya saya merasa enggan, apalagi harus membelinya dnegan harga Rp. 65.000,00 sayangkan uangnya. Eh tapi ternyata betul kata suami manfaatnya besar sekali, tak sebanding dengan uang yang saya investasikan untuk membeli buku tersebut. Hmm, lagi-lagi saya harus berterimakasih kepada suami yang sudah memberikan ide untuk projek ini. 


#Tantanganhari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Hari ini Bapak rencananya pulang, alhamadulillah sakit lambungnya sudah rada mendingan. Walaupun harus tetap dijaga pola makan dan jenis makanannya. Pagi ini, sempat Bapak membuat drama yang membuat panik istri dan anak-anaknya. Bapak memaksa ingin pulang hari ini. Mungkin Ia merasa sudah sembuh. Selang yang masuk ke lambung melalui lubang hidung dicabutnya. Tanpa sepengetahuan kami yang jaga. Karena kami tadi malam ketiduran karena kelelahan. Tiba-tiba kami dikagetkan dengan benda yang jatuh dari atas ranjang Bapak. Ternyata yang jatuh adalah tempat pembuangan dan selang panjangnya. Kontan, Ibu panik. Dan kami langsung menghubungi perawat yang jaga malam. Impusan sudah penuh dengan darah dan rembesan air.

Ibu perawat awalnya mau memasangkan kembali selang yang di masukan ke lubang hidung tersebut. Tapi ternyata Bapak marah dan ngamuk tidak mau dipasang selalng tersebut lagi. Hanya impusan yang dipasang kembali. Hanya pemasangannya sekarang berpindah tempat, awalnya di bagian lengan kanan, sekarang dipindahkan di bagian lengan sebelah kiri.

Ternyata drama yang membuat panik tersebut tidak selesai samapai disitu saja, Bapak ingin segera pulang. Dan memaksa akan mencabut selang impusan yang ada ditangan sebelah kirinya. Akhirnya, kami kembali melapor ke perawat. Dan perwat tidak bisa berbuat apa-apa, dan menyarankan kepada kami untuk lapor ke Dokter yang nanti pagi akan meriksa.

Akhirnya, ketika pagi tiba dan dokter memerika kondisi Bapak, saya bertanya bagaimana keadaan Bapak. Dan Dokter bilang, Alhamdulillah lambungnya sudah lumayan. Tinggal jaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi dan jangan lupa diminum obatnya dan kontrol ke Rumah Sakit untuk mengetahui kondisinya. Saya pun menanyakan apakah  Bapak sudah boleh dibawa pulang. Dan alhmauldillah Dokter mengizinkan.

Singkat cerita, Bapak sudah kembali ke rumah. Di rumah hanya ada saya, adik, Ibu dan Bapak. Tiba-tiba Ibu bilang, “Kita membutuhkan persiapan uang untuk berobat Bapak, sepertinya Ibu harus punya penghasilan”, Saya langsung menenangkan Ibu, “Tenang Bu, masih ada saya, saya akan sekuat tenaga membantu Ibu baik materi maupun non materi”.

Tapi sepertinya Ibu keukeuh ingin memperoleh penghasilan sendiri, agar tidak terus-terusan tiap hari merepotkan anaknya. Akhirnya Saya, adik dan Ibu berdiskusi, Memberntuk forum keluarga. Mencarikan solusi bagaimana agar Ibu bisa produktif  di rumah. Sebenarnya, saya sudah berusaha meyakinkan Ibu, bahwa yang akan menjamin kebutuhan Ibu, Bapak dan adik adalah saya. Yah…tapi yang namnaya orang tua terkadang merasa tidak enak jika terus-terusan harus mendpatkan supply dari anak-anaknya. Akhirnya kami berfikir bagaimana caranya, agar Ibu bisa tetap berpengahsilan dari rumah dan Bapak juga masih tetap bisa diurusi. Akhirya dalam forum diskusi keluarga, yang mana saya berperan sebagai leadernya. Dihasilkan kesimpulan bahwa Ibu akan kembali membuka warung di rumah. Warung kelontongan. Sebenarnya Ibu masih membuka warung, tapi kondisi warung sudah memprihatinkan banyak barang yang di cari pembeli tidak ada, karena kendala modal belanja. Insya Allah dengan sedikit kemampuan materi yang saya miliki, saya akan membantu ibu untuk  menyumbangkan modal usaha warung kelontongan. Dengan nominal tertentu. Mudah-mudahan cukup untuk mengawali kembali warung Ibu. 


 Contoh Warung Kelontongan yang Akan dibuka (sumber google)

Adik saya mulai melist apa saja yang akan besok dibeli dan Ibu bersama adik besok mulai belanja barang-barang yang akan dijual di warung Ibu. Bismillah…Insya Allah harus yakin warung Ibu akan tumbuh besar.

#Tantanganhari7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP



Bagi saya, keahlian yang satu ini yang sulit sekali untuk ditaklukan. Sebenarnya bukan tidak mampu, tapi mengaplikasikan KOMITMEN dan KONSISTEN untuk setiap hari memask itu yang belum bisa saya terapkan. Alasannya klasik saja, ah hidup sendiri rasanya repot kalau harus masak. Apalagi masak menu yang ribet dan aneh. Paling sekalinya masak hanya nyeplok telor. Kadang kalau suami pulang pun, suami sering ngajak makan di luar. Kondisi dan alasan ini yang semakin memperkuat saya untuk tidak bisa komitmen dan konsisten memasak setiap hari. Mungkin akan beda cerita jika sudah hadir sang buah hati. Saya mau tidak mau harus masak.

Hari ini, saya memutuskan untuk memasak bahan-bahan makanan yang masih ada di lemari es. Mengoptimalkan dan memanfaatkan bahan-bahan yanga ada. Alhamdulillah pak suami bersedia menjadi asisten masak saya. Rencananya masakan ini akan saya bawa sebagai bekal makan siang saudara-saudara saya yang sedang menunggui Bapak di Rumah Sakit. Ya meskipun hanya masakan senderhana saja. Tumis brokoli, wortel dan sosis. Tapi lumayan lah buat mengganjal perut yang kelaparan seharian menunggu pasien di Rumah Sakit. 


Tumis Brokoli, Wortel dan Sosis


Pak suami yang begitu sigap jadi asisten memasak sepertinya sangat menikmati aktivitas ini. Alhamdulillah projek belajar memasak juga sebagai jawaban untuk tantangan di level 3 ini tentang my family my project. Terimakasih IIP tantangannya setiap level selalu menambah mawadah kami dalam keluarga.  

#Tantanganhari6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP



Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan kepada diri ini dan suami. Hingga kami mampu berbagi waktu untuk urusan kerjaan dan birul walidayn. Ini hari kedua Bapak di rawat di Rumah Sakit. Bapak hanya punya dua orang putri. Saya dan adik saya. Alhasil, kami harus berbagi waktu dan peran untuk merawat Bapak. Jangan tanya bagaimana peran Ibu sebagai seorang istri. Ibu siang malam sebagai penjaga dan perawat utama Bapak. Dan lagi-lagi kami bersyukur karena Allah memberikan kesehatan kepada Mimi, panggilan ibu saya. Rasanya tidak bisa terbayangkan bagaimana jika Ibu ikutan sakit.

Pak suami pun begitu baik, mau menemani saya untuk ikut serta merawat Bapak. Padahal ia baru pulang kerja dinas dari luar kota dan belum sempat istirahat. Alhamdulillah pak suami sehat, meskipun terlihat guratan kelelahan di matanya, yang tidak bisa ia sembunyikan.

Karena kami lihat di Rumah Sakit sudah banyak saudara yang gantian untuk menunggu Bapak Akhirnya, hari sabtu siang, saya mengajak suami untuk istirahat dulu, pulang ke rumah.. Rumah yang sedari kamis belum sempat saya bersihkan. Karena kamis saya baru pulang dari Karawang, Jumat langsung meluncur  ke Rumah Sakit. Dari hari sabtu ini saya baru kembali ke Rumah. Hmm, debu-debu sudah banyak menempel di lantai maupun jendela rumah. Cucian sudah menumpuk di keranjang. Tapi rasanya badan ini sudah tidak sanggup untuk menjamahnya dulu. Butuh istirahat, walaupun hanya sejam saja.

“Bunda, nanti Ayah bantuin bersihin rumah ya, tapi sekarang mendingan kita istirahat dulu. Tidak baik memaksakan tubuh yang sudah lelah”. Kata-kata suami yang menenangkan ketika melihat istrinya menyaksikan pekerjaan rumah yang begitu banyak.

Saya hanya balas dengan satu anggukan. Padahal dalam hati terdalam, ingin menangis bahagia. “Terimakasih ya Allah, Engkau telah menyandingkan hamba dengan hamba Mu yang luar biasa ini”.

Gambar Ayah Lagi Bersihin Teras Depan Rumah

Akhirnya, setelah kami istirahatkan kurang lebih satu jam. Kami mulai untuk mengerjakan projek membersihkan rumah. Sekaligus untuk menjawab tantangan dari lavel 3 ini. Suami bagian menyapu dan ngepel. Sementara saya bagian beres-beres rumah. Ternyata tidak membutuhkan lama untuk menyelasikan projek ini. Meski awalnya agak berat. Tidak lebih dari 1 jam projek ini selesai.

#Tantanganhari5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP