Popular Posts
Mengenai Saya
Blogger templates
Menulis Untuk Peradaban
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Text Widget
About me
Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional
Blog Archive
Categories
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Labels
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Pages
Flickr Images
BTemplates.com
Feedjit
Selasa, 11 April 2017
Apakah Anda pernah mengeluh
atau memang sudah terbiasa mengeluh? ya, memang sebagian besar orang pernah
mengeluh. Mengeluh itu salah satunya diakibatkan kenyataan tidak sesuai dengan
keinginan. Ini sebenarnya manusiawi, tapi jika sikap mengeluh sudah menjadi
kebiasaan bisa gawat dan berbahaya.
Label:
Artikel
|
0
komentar
Kamis, 06 April 2017
Resiko
rumah dekat sawah adalah masuknya berbagai binatang yang biasa hidup di sawah. Apalagi
sawah sudah mulai panen. Bisanya binatang-binatang tersebut pada berkeliaran
masuk ke rumah-rumah warga untuk mencari makanan yang bisa mereka makan. Seperti
ular dan tikus sawah. Dua binatang tersebut memang kerap masuk ke rumah warga Yang
mengerikan itu ular. Hati-hati jika menggigit manusia.
Pernah
waktu itu ada kejadian ular sudah merayap di atas boneka beruang besar. Entah itu
masuk dari mana. Mungkin dari pintu dan jendela yang sedang terbuka. Alhamdulillah
masih bisa ketahuan. Tidak kebayang jika tidak segera mengetahuinya.
Dan
sekarang, yang kerap masuk ke rumah adalah tikus. Tikus ini bikin geram nenek
saya. Bau nya itu yang bikin nafsu makan jadi hilang. Memang, tikus hanya
berkeliaran di dapur paling belakang. Karena ada beberpa lubang yang
menjadikannya sebagai jalan tikus masuk.
Akhirnya,
setelah saya dan nenek berdiskusi kami akan menggunakan perangkap tikus berupa “sentek”
bukan lagi racun atau lem. Karena jika menggunakan racun atau lem, tikus mati
tidak katahuan dan ujung-ujungnya bau bangkai dimana-mana. Jadi amannya kita
menggunakan “sentek”
Gambar Alat Perangkap Tikus (sentek)
Nenek
mulai memasang umpan di perangkap tersebut. Biasnya kami menggunakan apa saja
untuk umpan. Terkadang pakai pisang goreng, kerupuk sampai bakwan. Dan berhasil.
Ternyata tikus suka gorengan juga ya hehe.
Ketika
tikus berhasil terperangkap, nenek girag tidak ketulungan. Apalagi sekali
terperangkap itu 3 tikus. Ibunya satu dan 2 anaknya (mungkin). Dan bagi kami
cara ini efektif. Maka kami pakai terus projek ini sampai tikus tidak masuk
lagi ke rumah kami.
#Tantanganhari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My Familly My Team
|
0
komentar
Hidup
itu memang pilihan, the life is choice,
apapun itu. Dan setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Terkadang
tidak jarang perasaan menyesal menghampiri. Tapi sebisa mungkin harus bisa
menepis perasaan tersebut. Apalagi bagi seorang muslim, disyariatkan sebelum
memilih suatu pilihan dianjurkan untuk shalat istiqarah terlebih dahulu. Agar
keputusan yang diambil di Ridhoi-Nya.
Memilih
berbisnis bagi seoramg Ibu rumah tangga pun adalah pilihan. Asalakan sang istri
tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.
Sebenarnya berbisnis dari rumah sudah menjadi cita-cita saya sejak lama. Apalagi
dunia bisnis atau dagang sesuatu yang tidak asing lagi di hidup saya. Saya
dibesarkan di lingkungan pedagang. Ibu saya pedagang dan hampir dari keluarga
besar saya adalah pedagang.
Dan
sekarang saya mencoba untuk menseriusi dan coba untuk mulai mengembangkan
bisnis saya ini. Saya banyak diskusi dengan suami, meskipun hanya via telepon,
di sela-sela istirahat atau waktu kosongnya dalam bekerja, Ia selalu menelpon. Dan
ini saya sebut sebagai family forum. Maklum LDM ya sperti ini family forumnya. Tidak
apa-apa asalkan esensinya didapat.
Suami
mendukung 100% keputusan saya untuk mulai menapaki dunia bisnis. Ia,
berkontribusi dalam penyediaan dana, fasilitas IT, dan parter sharing sejati. Tidak
jarang ia memberikan ide bisnis yang sebelumnya sama sekali tidak saya fikirkan.
Ide tersebut salah satunya untuk merapihkan database bisnis.
Database
bisnis itu meliputi apa saja, daftar konsumen, daftar supplier, daftar
distributor, daftar marketer serta reseller. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa
menyimpan data tersebut secara rapih. Terkadang konsumen langganan kita suka
malas kalau kita minta kirimkan alamat nya lagi. ujung-ujungnya tidak jadi
order. Nah, ini bisa gawat. Maka untuk mengantisipasinya gunakan database
bisnis.
Sebenarnya
selama ini saya sudah memiliki database tersebut tapi masih dalam bentuk yang
sangat sederhana. Dan database yang saya bikin hanya untuk kolom data konsumen
saja, sementara kolom data buat yang lainnya tidak ada.
Nah,
database bisnis ini saya jadikan projek untuk menyelesaikan tantangan my family
my projek.
#Tantanganhari9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My Familly My Team
|
0
komentar
Senin, 03 April 2017
Selama
seminggu ini saya dibuat sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Syukur Alhamdulillah Allah masih
memberikan saya kesehatan sehingga bisa menjalani semuanya dengan baik. Merawat
Bapak yang sakit di Rumah Sakit itu benar-benar menguras tenaga, tidak bisa
tidur, lelah fisik dan mental. Ditambah sebelumnya saya harus roadshow melakukan
pengajaran di Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang selama 2
hari berturut-turut. Masuk pukul 07.30 WIB dan keluar kelas pukul 19.00 WIB. Istirahat
hanya makan dan shalat saja.
Kesibukan
ini nyaris membuat saya tidak bisa melakukan pencatatan keuangan, baik keuangan
bisnis maupun pribadi. Padahal, setiap malam saya selalu melakukan pencatatan
keuangan. Apa saja yang dikeluarkan dan untuk membeli apa. Serta untuk keuangan
bisnis merekap siapa saja yang melakukan transasksi hari ini, dari marketer
atau reseller atas nama siapa.
Alhamdulillah
hari ini saya baru bisa mengerjakan dan merapihkannya. Teramat sangat tertolong
dengan adanya financial workbook for mompreneur.
Buku ini ditulis oleh teh Indari Mastuti. Dan satu tahun 1 set buku yang
terdiri dari 4 buku. Setiap buku digunakan untuk 3 bulan pencatatan. Bagi saya
sebagai pelaku bisnis online ini sangat membantu saya. Dan bisa dengan mudah
mengetahui berapa besar keuntungan setiap bulannya dan kemudian bisa melakukan
evaluasi.
Gambar Financial Workbook For Mompreneur
Menggunakan
financial workbook for mompreneur
ini sebenarnya atas ide yang dilontarkan suami. Katanya, “biar rapi bunda coba
pakai buat pencatatan keuangan bisnis. Investasi buat membeli tidak begitu
mahal, akan tetapi manfaat yang diperoleh begitu besar”.
Awalnya
saya merasa enggan, apalagi harus membelinya dnegan harga Rp. 65.000,00
sayangkan uangnya. Eh tapi ternyata betul kata suami manfaatnya besar sekali,
tak sebanding dengan uang yang saya investasikan untuk membeli buku tersebut.
Hmm, lagi-lagi saya harus berterimakasih kepada suami yang sudah memberikan ide
untuk projek ini.
#Tantanganhari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My Familly My Team
|
0
komentar
Hari
ini Bapak rencananya pulang, alhamadulillah sakit lambungnya sudah rada
mendingan. Walaupun harus tetap dijaga pola makan dan jenis makanannya. Pagi
ini, sempat Bapak membuat drama yang membuat panik istri dan anak-anaknya.
Bapak memaksa ingin pulang hari ini. Mungkin Ia merasa sudah sembuh. Selang yang
masuk ke lambung melalui lubang hidung dicabutnya. Tanpa sepengetahuan kami yang
jaga. Karena kami tadi malam ketiduran karena kelelahan. Tiba-tiba kami dikagetkan
dengan benda yang jatuh dari atas ranjang Bapak. Ternyata yang jatuh adalah
tempat pembuangan dan selang panjangnya. Kontan, Ibu panik. Dan kami langsung
menghubungi perawat yang jaga malam. Impusan sudah penuh dengan darah dan
rembesan air.
Ibu
perawat awalnya mau memasangkan kembali selang yang di masukan ke lubang hidung
tersebut. Tapi ternyata Bapak marah dan ngamuk tidak mau dipasang selalng
tersebut lagi. Hanya impusan yang dipasang kembali. Hanya pemasangannya
sekarang berpindah tempat, awalnya di bagian lengan kanan, sekarang dipindahkan
di bagian lengan sebelah kiri.
Ternyata
drama yang membuat panik tersebut tidak selesai samapai disitu saja, Bapak
ingin segera pulang. Dan memaksa akan mencabut selang impusan yang ada ditangan
sebelah kirinya. Akhirnya, kami kembali melapor ke perawat. Dan perwat tidak
bisa berbuat apa-apa, dan menyarankan kepada kami untuk lapor ke Dokter yang nanti
pagi akan meriksa.
Akhirnya,
ketika pagi tiba dan dokter memerika kondisi Bapak, saya bertanya bagaimana
keadaan Bapak. Dan Dokter bilang, Alhamdulillah lambungnya sudah lumayan. Tinggal
jaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi dan jangan lupa diminum
obatnya dan kontrol ke Rumah Sakit untuk mengetahui kondisinya. Saya pun
menanyakan apakah Bapak sudah boleh
dibawa pulang. Dan alhmauldillah Dokter mengizinkan.
Singkat
cerita, Bapak sudah kembali ke rumah. Di rumah hanya ada saya, adik, Ibu dan
Bapak. Tiba-tiba Ibu bilang, “Kita membutuhkan persiapan uang untuk berobat
Bapak, sepertinya Ibu harus punya penghasilan”, Saya langsung menenangkan Ibu, “Tenang
Bu, masih ada saya, saya akan sekuat tenaga membantu Ibu baik materi maupun non
materi”.
Tapi
sepertinya Ibu keukeuh ingin memperoleh penghasilan sendiri, agar tidak
terus-terusan tiap hari merepotkan anaknya. Akhirnya Saya, adik dan Ibu
berdiskusi, Memberntuk forum keluarga. Mencarikan solusi bagaimana agar Ibu
bisa produktif di rumah. Sebenarnya, saya
sudah berusaha meyakinkan Ibu, bahwa yang akan menjamin kebutuhan Ibu, Bapak
dan adik adalah saya. Yah…tapi yang namnaya orang tua terkadang merasa tidak
enak jika terus-terusan harus mendpatkan supply dari anak-anaknya. Akhirnya kami
berfikir bagaimana caranya, agar Ibu bisa tetap berpengahsilan dari rumah dan
Bapak juga masih tetap bisa diurusi. Akhirya dalam forum diskusi keluarga, yang
mana saya berperan sebagai leadernya. Dihasilkan kesimpulan bahwa Ibu akan
kembali membuka warung di rumah. Warung kelontongan. Sebenarnya Ibu masih membuka warung, tapi kondisi warung sudah memprihatinkan banyak barang yang di cari pembeli tidak ada, karena kendala modal belanja. Insya Allah dengan sedikit kemampuan materi yang saya miliki, saya akan membantu ibu untuk
menyumbangkan modal usaha warung kelontongan. Dengan nominal tertentu. Mudah-mudahan
cukup untuk mengawali kembali warung Ibu.
Contoh Warung Kelontongan yang Akan dibuka (sumber google)
Adik saya mulai melist apa saja yang
akan besok dibeli dan Ibu bersama adik besok mulai belanja barang-barang yang
akan dijual di warung Ibu. Bismillah…Insya Allah harus yakin warung Ibu akan
tumbuh besar.
#Tantanganhari7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My Familly My Team
|
0
komentar
Bagi saya, keahlian
yang satu ini yang sulit sekali untuk ditaklukan. Sebenarnya bukan tidak mampu,
tapi mengaplikasikan KOMITMEN dan KONSISTEN untuk setiap hari memask itu yang belum
bisa saya terapkan. Alasannya klasik saja, ah hidup sendiri rasanya repot kalau
harus masak. Apalagi masak menu yang ribet dan aneh. Paling sekalinya masak
hanya nyeplok telor. Kadang kalau suami pulang pun, suami sering ngajak makan
di luar. Kondisi dan alasan ini yang semakin memperkuat saya untuk tidak bisa
komitmen dan konsisten memasak setiap hari. Mungkin akan beda cerita jika sudah
hadir sang buah hati. Saya mau tidak mau harus masak.
Hari ini, saya
memutuskan untuk memasak bahan-bahan makanan yang masih ada di lemari es. Mengoptimalkan
dan memanfaatkan bahan-bahan yanga ada. Alhamdulillah pak suami bersedia
menjadi asisten masak saya. Rencananya masakan ini akan saya bawa sebagai bekal
makan siang saudara-saudara saya yang sedang menunggui Bapak di Rumah Sakit. Ya
meskipun hanya masakan senderhana saja. Tumis brokoli, wortel dan sosis.
Tapi lumayan lah buat mengganjal perut yang kelaparan seharian menunggu pasien
di Rumah Sakit.
Tumis Brokoli, Wortel dan Sosis
Pak suami yang begitu
sigap jadi asisten memasak sepertinya sangat menikmati aktivitas ini. Alhamdulillah
projek belajar memasak juga sebagai jawaban untuk tantangan di level 3 ini
tentang my family my project. Terimakasih IIP tantangannya setiap level selalu
menambah mawadah kami dalam keluarga.
#Tantanganhari6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My Familly My Team
|
0
komentar
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan kepada diri ini dan suami. Hingga kami mampu berbagi waktu untuk urusan kerjaan dan birul walidayn. Ini hari kedua Bapak di rawat di Rumah Sakit. Bapak hanya punya dua orang putri. Saya dan adik saya. Alhasil, kami harus berbagi waktu dan peran untuk merawat Bapak. Jangan tanya bagaimana peran Ibu sebagai seorang istri. Ibu siang malam sebagai penjaga dan perawat utama Bapak. Dan lagi-lagi kami bersyukur karena Allah memberikan kesehatan kepada Mimi, panggilan ibu saya. Rasanya tidak bisa terbayangkan bagaimana jika Ibu ikutan sakit.
Pak suami pun begitu
baik, mau menemani saya untuk ikut serta merawat Bapak. Padahal ia baru pulang kerja
dinas dari luar kota dan belum sempat istirahat. Alhamdulillah pak suami sehat,
meskipun terlihat guratan kelelahan di matanya, yang tidak bisa ia sembunyikan.
Karena kami lihat di
Rumah Sakit sudah banyak saudara yang gantian untuk menunggu Bapak Akhirnya,
hari sabtu siang, saya mengajak suami untuk istirahat dulu, pulang ke rumah.. Rumah
yang sedari kamis belum sempat saya bersihkan. Karena kamis saya baru pulang
dari Karawang, Jumat langsung meluncur ke Rumah Sakit. Dari hari sabtu ini saya baru
kembali ke Rumah. Hmm, debu-debu sudah banyak menempel di lantai maupun jendela
rumah. Cucian sudah menumpuk di keranjang. Tapi rasanya badan ini sudah tidak
sanggup untuk menjamahnya dulu. Butuh istirahat, walaupun hanya sejam saja.
“Bunda, nanti Ayah
bantuin bersihin rumah ya, tapi sekarang mendingan kita istirahat dulu. Tidak
baik memaksakan tubuh yang sudah lelah”. Kata-kata suami yang menenangkan
ketika melihat istrinya menyaksikan pekerjaan rumah yang begitu banyak.
Saya hanya balas dengan
satu anggukan. Padahal dalam hati terdalam, ingin menangis bahagia. “Terimakasih
ya Allah, Engkau telah menyandingkan hamba dengan hamba Mu yang luar biasa ini”.
Gambar Ayah Lagi Bersihin Teras Depan Rumah
Akhirnya, setelah kami
istirahatkan kurang lebih satu jam. Kami mulai untuk mengerjakan projek
membersihkan rumah. Sekaligus untuk menjawab tantangan dari lavel 3 ini. Suami
bagian menyapu dan ngepel. Sementara saya bagian beres-beres rumah. Ternyata
tidak membutuhkan lama untuk menyelasikan projek ini. Meski awalnya agak berat.
Tidak lebih dari 1 jam projek ini selesai.
#Tantanganhari5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My Familly My Team
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)






