Blogger templates

Menulis Untuk Peradaban

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

About me

Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional

Pages

Flickr Images

BTemplates.com

Kamis, 08 Maret 2018


“Menjadi Muslimah yang taat itu berat, Kamu gak kan  kuat, kita sama-sama saja”

Menjadi muslimah yang taat itu tidak mudah. Harus ada yang dikorbankan. Bak seorang artis, segala tingkah polah akan menjadi soroton orang-orang sekeliling kita. Terkadang tidak sedikit orang yang menganggap kita sebagai orang yang pandai ilmu agama. Karena penampilan kita yang syar’i dan terlihat seperti seorang ustadzah.
Selasa, 07 November 2017
Jangan pernah bersuudzon sama Alloh. Dia memberi amanah ataupun rizki selalu dalam waktu yang tepat.
Seperti sekarang, Alhamdulillah saya mendapatkan amanah-Nya di waktu yang sangat tepat.
Ini kebahagiaan yang sangat besar bagi kami setelah menanti selama kurang lebih 2 tahun 10 bulan.
Alloh menjawab doa-doa kami yang siang malam terpanjat. 


Tepat hari ahad tanggal 29 Oktober 2017, sepulang mengisi acara remaja, badan merasa tidak enak, perut mual, kepala sakit, punggung dan pinggang sakit semua dan nafsu makan gak ada. Pak suami sudah nyaris menyerah membujuk saya.

"Mau jalan-jalan ke Gramedia?" tanya suami. Gramedia adalah salah satu tempat yang membuat mood saya jadi baik. Saya menggangguk. Berharap dengan pergi jalan-jalan sakit saya berkurang. Etapi, ternyata malah sebaliknya. Semakin sakit. Iseng aja lewat apotik, terus mampir beli tespek. Memang sih, sudah telat seminggu.

Tapi telat haid itu biasa bagi saya. Siklusnya memang gak teratur.
Nyampe rumah, iseng aja nyoba tespek. Kami gak begitu berharap besar, karena takut kecewa seperti sebelum-sebelumnya.

Alhamdulillah diluar dugaan kami, strip dua terpampang jelas. Aselik berasa mimpi. Kami langsung sujud syukur.

 Strip dua terpampang jelas

"Saya beneran hamil? Ini mimpi atau beneran?" Saya minta suami cubit pipi saya untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi. Aww... sakit ternyata memang ini bukan mimpi.
Hari ini memastikan ke bidan dan alhamdulillah positif. Bahagianyaaaa... 😍😍😍

 Klinik Zahrotul Ummah tempat pertama saya periksa
 
lebih bahagia dari pada dapat kesempatan beasiswa kuliah di Walailak University tahun ini.
Demi kamu, Nak. Bunda memilih mundur. Insya Alloh suatu saat dapat ganti yang lebih baik. Aamiin.

Semoga kami dapat menjaga amanah-Mu ini dengan baik, ya Rabb.
Terimakaish atas doa dari teman-temen semua 😍😍

Buat teman-teman yang masih berjuang untuk mendapat momongan, jangan menyerah ya. Yakin saja sama Alloh dan tutup telinga dari perkataan orang-orang yang nyinyir.
Semoga segera dapat momongan juga aamiin.
Minggu, 30 April 2017


Saya yakin tidak ada seorang pun anak di dunia ini yang ingin memiliki Bapak  berwatak keras. Ya keras, bukan tegas. Tentu berbeda antara  sikap tegas dan keras. Banyak orang yang masih keliru dengan kedua kata tersebut. Parahnya sampai menyamakan artinya. Sejauh pemahaman saya, tegas itu gigih mempertahankan prinsip, disiplin, jika salah maka bilang salah dan jika benar maka bilang benar. Sementara sikap keras cenderung kepada sikap selalu ingin dituruti, walaupun itu salah, mendekati kepada sifat pemarah dan egois.
Senin, 24 April 2017


Alhamdulillah sudah masuk hari kedua dalam tantangan gaya belajar. Mohon maaf saya tidak menambahkan kata “anak” setelah gaya belajar. Karena yang sedang saya teliti adalah gaya belajar pada diri saya sendiri. Meyakinkan apakah benar gaya belajar Auditory yang sudah saya klaim semenjak kecil itu benar. Next, hari berikutnya saya akan coba meneliti gaya belajar dari salah satu anak didik saya. Melihat keunikannya dalam belajar dan nanti bisa dikaitkan dengan capaian pembelajarannya.

Malam jumat ini, saya sudah bersiap untuk menyiapkan materi buat besok pagi mengajar. Walaupun power point sudah ada, tapi rasanya kalau tidak  dipelajari ulang dan disempurnakan lagi ngajarnya serasa kurang menggigit. Maka saya baca buku ulang. Membaca banyak referensi yang mendukung buat besok ngajar.

Ehm, tidak berapa lama si Nenek meyalakan TV keras-keras, kontan membuat materi yang saya baca berloncatan, membuat tidak fokus. OK. Saya memutuskan untuk mempelajarinya sehabis shalat qiyamul lail saja. Biar sepi dan biasanya mudah masuk. Yes, berarti hipotesis saya masih auditory.

#Tantanganharike2
#Level4
#GayaBelajar
#KuliahBunsayIIP
Kamis, 20 April 2017


Alhamdulillah wa syukurillah kelas bunda sayang sudah masuk pada level IV. Ah, rasanya semakin tambah level semakin menantang. Seru dan asik.  Saya seorang bunda yang belum diamanahi anak, rasanya dibikin pusing tujuh keliling hehe. Bagaimana tidak? Jika yang lain bisa langsung mengamati bagaimana gaya belajar sang anak, sementara saya mengamati gaya belajar diri sendiri atau orang-orang terdekat lainnya.

Tapi sebenarnya ini bukanlah masalah, justru ini kesempatan dan tantangan yang luar biasa, yang diberikan oleh IIP kepada saya. Agar saya lebih bisa mengenali bagaimana gaya belajar saya. Terkadang meskipun sudah dewasa, tidak paham apa gaya belajarnya.

Kalau kilas balik ke zaman saya anak-anak dulu, saya lebih suka membaca dengan suara keras. Menghapal pun dengan suara keras. Lebih suka memperhatikan guru atau dosen ketika berbicara daripada menulis. Tidak begitu suka dengan keributan. Bising sedikit langsung buyar. Mungkin saya termasuk gaya belajar auditory, meskipun terkadang sesekali menggunakan gaya belajar visual dan kinestetis Mudah-mudahan dnegan tantangan 10 hari, bisa menyimpulkan gaya belajar apa yang dominan saya gunakan. Sehingga dengan mengetahui gaya beljar tersebut bisa memaksimalkan diri untuk meningkatkan kualitas diri.

#Tantanganhari1
#Level4
#GayaBelajar
#KuliahBunsayIIP




Setiap tanggal 21 April selalu identik dengan peringatan hari RA. Kartini. Masyarakat berbondong-bondong untuk merayakannya. Mulai dari Anak TK sampai dengan kalangan pejabat. Tapi sayangnya, peringatan yang dilakukan jauh dari simbol-simbol yang diajarkan oleh Kartini. Peringatan tersebut hanya seputar perempuan memakai kebaya dan bersanggul, lomba memasak dan sebagainya yang hanya seputar simbol domestikasi perempuan.

Rabu, 19 April 2017


 Pertanian sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Apalagi sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Negara Indonesia pun dijuluki negara agraris. Tidak berlebihan sepertinya kutipan lirik lagu dari Koes Plus, yang menyatakan bahwa “tongkat dan jala cukup menghidupimu”. Lirik ini menggambarkan saking kayanya negri ini. Sumber daya alam yang melimpah ruah, tanah yang subur, tanaman yang beraneka ragam bisa tumbuh. Tapi sayang sekali masih banyak orang yang memandang sebelah mata bisnis dibidang pertanian. Padahal bisnis pertanian juga menguntungkan, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Berikut ini enam peluang bisnis pertanian  yang menjanjikan.