Popular Posts
Mengenai Saya
Blogger templates
Menulis Untuk Peradaban
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Text Widget
About me
Ibu Rumah Tangga, Dosen, Pebisnis online, Blogger, Konsultan IndScript dan Anggota Institut Ibu profesional
Blog Archive
Categories
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Labels
- #Gameslevel2#Melatihkemandirian#Kelasbunsayiip
- Agribisnis
- Alumni Sekolah Perempuan
- Artikel
- Baby Zea
- Bisnis
- Bunda Sayang
- catatan merah jambu
- Ceritaku...
- Dakwah
- Gaya Belajar Anak
- Ibu Profesional
- IIP
- Kelas Bunda Sayang IIP
- Lomba Nulis SP
- Matrik Ibu Profesional (MIP) Batch #2
- Muslimah
- My Familly My Team
- Review Artikel
- Tips ngatur keuangan
Pages
Flickr Images
BTemplates.com
Feedjit
Kamis, 08 Maret 2018
“Menjadi Muslimah
yang taat itu berat, Kamu gak kan kuat,
kita sama-sama saja”
Menjadi
muslimah yang taat itu tidak mudah. Harus ada yang dikorbankan. Bak seorang
artis, segala tingkah polah akan menjadi soroton orang-orang sekeliling kita.
Terkadang tidak sedikit orang yang menganggap kita sebagai orang yang pandai
ilmu agama. Karena penampilan kita yang syar’i dan terlihat seperti seorang
ustadzah.
Label:
Muslimah
|
0
komentar
Selasa, 07 November 2017
Jangan pernah bersuudzon sama Alloh. Dia memberi amanah ataupun rizki selalu dalam waktu yang tepat.
Seperti sekarang, Alhamdulillah saya mendapatkan amanah-Nya di waktu yang sangat tepat.
Ini kebahagiaan yang sangat besar bagi kami setelah menanti selama kurang lebih 2 tahun 10 bulan.
Alloh menjawab doa-doa kami yang siang malam terpanjat.
Tepat hari ahad tanggal 29 Oktober 2017, sepulang mengisi acara remaja, badan merasa tidak enak, perut mual, kepala sakit, punggung dan pinggang sakit semua dan nafsu makan gak ada. Pak suami sudah nyaris menyerah membujuk saya.
"Mau jalan-jalan ke Gramedia?" tanya suami. Gramedia adalah salah satu tempat yang membuat mood saya jadi baik. Saya menggangguk. Berharap dengan pergi jalan-jalan sakit saya berkurang. Etapi, ternyata malah sebaliknya. Semakin sakit. Iseng aja lewat apotik, terus mampir beli tespek. Memang sih, sudah telat seminggu.
Tapi telat haid itu biasa bagi saya. Siklusnya memang gak teratur.
Nyampe rumah, iseng aja nyoba tespek. Kami gak begitu berharap besar, karena takut kecewa seperti sebelum-sebelumnya.
Alhamdulillah diluar dugaan kami, strip dua terpampang jelas. Aselik berasa mimpi. Kami langsung sujud syukur.
"Saya beneran hamil? Ini mimpi atau beneran?" Saya minta suami cubit
pipi saya untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi. Aww... sakit
ternyata memang ini bukan mimpi.
Hari ini memastikan ke bidan dan alhamdulillah positif. Bahagianyaaaa...
😍
😍
😍
lebih bahagia dari pada dapat kesempatan beasiswa kuliah di Walailak University tahun ini.
Demi kamu, Nak. Bunda memilih mundur. Insya Alloh suatu saat dapat ganti yang lebih baik. Aamiin.
Semoga kami dapat menjaga amanah-Mu ini dengan baik, ya Rabb.
Terimakaish atas doa dari teman-temen semua
😍
😍
Buat teman-teman yang masih berjuang untuk mendapat momongan, jangan menyerah ya. Yakin saja sama Alloh dan tutup telinga dari perkataan orang-orang yang nyinyir.
Semoga segera dapat momongan juga aamiin.
Seperti sekarang, Alhamdulillah saya mendapatkan amanah-Nya di waktu yang sangat tepat.
Ini kebahagiaan yang sangat besar bagi kami setelah menanti selama kurang lebih 2 tahun 10 bulan.
Alloh menjawab doa-doa kami yang siang malam terpanjat.
Tepat hari ahad tanggal 29 Oktober 2017, sepulang mengisi acara remaja, badan merasa tidak enak, perut mual, kepala sakit, punggung dan pinggang sakit semua dan nafsu makan gak ada. Pak suami sudah nyaris menyerah membujuk saya.
"Mau jalan-jalan ke Gramedia?" tanya suami. Gramedia adalah salah satu tempat yang membuat mood saya jadi baik. Saya menggangguk. Berharap dengan pergi jalan-jalan sakit saya berkurang. Etapi, ternyata malah sebaliknya. Semakin sakit. Iseng aja lewat apotik, terus mampir beli tespek. Memang sih, sudah telat seminggu.
Tapi telat haid itu biasa bagi saya. Siklusnya memang gak teratur.
Nyampe rumah, iseng aja nyoba tespek. Kami gak begitu berharap besar, karena takut kecewa seperti sebelum-sebelumnya.
Alhamdulillah diluar dugaan kami, strip dua terpampang jelas. Aselik berasa mimpi. Kami langsung sujud syukur.
Strip dua terpampang jelas
Hari ini memastikan ke bidan dan alhamdulillah positif. Bahagianyaaaa...
Klinik Zahrotul Ummah tempat pertama saya periksa
lebih bahagia dari pada dapat kesempatan beasiswa kuliah di Walailak University tahun ini.
Demi kamu, Nak. Bunda memilih mundur. Insya Alloh suatu saat dapat ganti yang lebih baik. Aamiin.
Semoga kami dapat menjaga amanah-Mu ini dengan baik, ya Rabb.
Terimakaish atas doa dari teman-temen semua
Buat teman-teman yang masih berjuang untuk mendapat momongan, jangan menyerah ya. Yakin saja sama Alloh dan tutup telinga dari perkataan orang-orang yang nyinyir.
Semoga segera dapat momongan juga aamiin.
Label:
Ceritaku...
|
0
komentar
Minggu, 30 April 2017
Saya yakin tidak ada seorang pun
anak di dunia ini yang ingin memiliki Bapak berwatak keras. Ya keras,
bukan tegas. Tentu berbeda antara sikap tegas dan keras. Banyak orang
yang masih keliru dengan kedua kata tersebut. Parahnya sampai menyamakan
artinya. Sejauh pemahaman saya, tegas itu gigih mempertahankan prinsip,
disiplin, jika salah maka bilang salah dan jika benar maka bilang benar.
Sementara sikap keras cenderung kepada sikap selalu ingin dituruti, walaupun
itu salah, mendekati kepada sifat pemarah dan egois.
Label:
Alumni Sekolah Perempuan,
Lomba Nulis SP
|
0
komentar
Senin, 24 April 2017
Alhamdulillah sudah
masuk hari kedua dalam tantangan gaya belajar. Mohon maaf saya tidak
menambahkan kata “anak” setelah gaya belajar. Karena yang sedang saya teliti
adalah gaya belajar pada diri saya sendiri. Meyakinkan apakah benar gaya
belajar Auditory yang sudah saya klaim semenjak kecil itu benar. Next, hari
berikutnya saya akan coba meneliti gaya belajar dari salah satu anak didik
saya. Melihat keunikannya dalam belajar dan nanti bisa dikaitkan dengan capaian
pembelajarannya.
Malam jumat ini, saya
sudah bersiap untuk menyiapkan materi buat besok pagi mengajar. Walaupun power
point sudah ada, tapi rasanya kalau tidak dipelajari ulang dan disempurnakan lagi
ngajarnya serasa kurang menggigit. Maka saya baca buku ulang. Membaca banyak referensi
yang mendukung buat besok ngajar.
Ehm, tidak berapa lama
si Nenek meyalakan TV keras-keras, kontan membuat materi yang saya baca berloncatan,
membuat tidak fokus. OK. Saya memutuskan untuk mempelajarinya sehabis shalat
qiyamul lail saja. Biar sepi dan biasanya mudah masuk. Yes, berarti hipotesis
saya masih auditory.
#Tantanganharike2
#Level4
#GayaBelajar
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Gaya Belajar Anak,
Ibu Profesional,
IIP
|
0
komentar
Kamis, 20 April 2017
Alhamdulillah wa
syukurillah kelas bunda sayang sudah masuk pada level IV. Ah, rasanya semakin
tambah level semakin menantang. Seru dan asik. Saya seorang bunda yang belum diamanahi anak,
rasanya dibikin pusing tujuh keliling hehe. Bagaimana tidak? Jika yang lain
bisa langsung mengamati bagaimana gaya belajar sang anak, sementara saya
mengamati gaya belajar diri sendiri atau orang-orang terdekat lainnya.
Tapi sebenarnya ini
bukanlah masalah, justru ini kesempatan dan tantangan yang luar biasa, yang diberikan
oleh IIP kepada saya. Agar saya lebih bisa mengenali bagaimana gaya belajar
saya. Terkadang meskipun sudah dewasa, tidak paham apa gaya belajarnya.
Kalau kilas balik ke zaman
saya anak-anak dulu, saya lebih suka membaca dengan suara keras. Menghapal pun
dengan suara keras. Lebih suka memperhatikan guru atau dosen ketika berbicara
daripada menulis. Tidak begitu suka dengan keributan. Bising sedikit langsung
buyar. Mungkin saya termasuk gaya belajar auditory, meskipun terkadang sesekali
menggunakan gaya belajar visual dan kinestetis Mudah-mudahan dnegan tantangan
10 hari, bisa menyimpulkan gaya belajar apa yang dominan saya gunakan. Sehingga
dengan mengetahui gaya beljar tersebut bisa memaksimalkan diri untuk meningkatkan
kualitas diri.
#Tantanganhari1
#Level4
#GayaBelajar
#KuliahBunsayIIP
Label:
Bunda Sayang,
Gaya Belajar Anak,
Ibu Profesional,
IIP
|
0
komentar
Setiap tanggal 21 April
selalu identik dengan peringatan hari RA. Kartini. Masyarakat
berbondong-bondong untuk merayakannya. Mulai dari Anak TK sampai dengan
kalangan pejabat. Tapi sayangnya, peringatan yang dilakukan jauh dari
simbol-simbol yang diajarkan oleh Kartini. Peringatan tersebut hanya seputar perempuan
memakai kebaya dan bersanggul, lomba memasak dan sebagainya yang hanya seputar
simbol domestikasi perempuan.
Label:
Artikel
|
0
komentar
Rabu, 19 April 2017
Label:
Artikel
|
1 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)





